Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Di balik gerakan tangan yang cepat dan langkah kaki yang terukur, terdapat keterampilan yang tidak bisa dikuasai secara instan. Ketepatan, keseimbangan, dan kemampuan membaca gerakan menjadi unsur yang terus diasah oleh prajurit Kodim 1425/Jeneponto melalui latihan Pencak Silat Militer (PSM), Rabu (4/11/2026).
Latihan yang berlangsung di Halaman Makodim, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, memperlihatkan proses penguatan kemampuan bela diri prajurit.
Satu demi satu teknik diperagakan dan dipraktikkan dengan perhatian pada ketepatan posisi tubuh, kecepatan gerak, serta koordinasi antara tangan dan kaki. Pasi Ops Kodim 1425/Jeneponto, Kapten Inf Muh. Amin, memandu langsung jalannya latihan.
Bagi seorang prajurit, setiap teknik memiliki fungsi dan perhitungan tersendiri. Gerakan yang dilakukan tidak hanya membutuhkan tenaga, tetapi juga konsentrasi dan pengendalian diri.
Karena itu, latihan diarahkan pada penguasaan teknik secara benar agar setiap gerakan dapat dilakukan secara efektif, terarah, dan tidak sekadar mengandalkan kekuatan fisik.
Kapten Inf Muh. Amin menjelaskan bahwa Pencak Silat Militer merupakan salah satu kemampuan dasar keprajuritan yang perlu terus dipelihara.
Penguasaan bela diri menjadi bekal penting dalam menunjang kesiapan personel, sehingga keterampilannya harus dibangun melalui latihan yang teratur dan berkesinambungan.
Ia juga menekankan bahwa kualitas gerakan lebih penting daripada sekadar kecepatan dalam menyelesaikan rangkaian teknik.
Prajurit harus memahami setiap tahapan, mulai dari posisi awal, ketepatan melakukan gerakan, hingga kemampuan mengendalikan keseimbangan tubuh. Penguasaan dasar yang baik akan menjadi penentu dalam meningkatkan keterampilan ke tingkat berikutnya.
Lebih jauh, latihan PSM diarahkan untuk mengembangkan refleks, kelincahan, daya tahan, serta koordinasi gerak.
Kemampuan tersebut tidak terbentuk hanya dengan sekali praktik, melainkan membutuhkan pengulangan dan kesungguhan. Setiap prajurit dituntut mampu mengevaluasi gerakannya agar kekurangan dapat diperbaiki dalam latihan berikutnya.
Kapten Inf Muh. Amin turut mengingatkan agar seluruh personel menjaga kedisiplinan, mengikuti instruksi, dan memperhatikan faktor keamanan selama berlatih.
Keseriusan dalam menjalani setiap tahapan menjadi bagian dari tanggung jawab prajurit untuk menjaga kemampuan perorangan sekaligus mendukung kesiapan satuan.
Bagi prajurit Kodim 1425/Jeneponto, latihan ini bukan sekadar mengulang jurus atau menyempurnakan gerakan. Lebih dari itu, setiap teknik yang dikuasai menjadi bagian dari proses membangun ketangkasan, keteguhan, dan kesiapan menghadapi tuntutan tugas.
Sebab, kemampuan terbaik seorang prajurit lahir dari keterampilan yang terus diasah, bukan hanya dari kemampuan yang pernah dipelajari. (Irfan).


