TAKALAR, Aliefmedia.co.id – Suasana pesta pernikahan di Dusun Borong Taipaya Desa Campagaya, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, mendadak berubah menjadi kepanikan. Senin/02/November/2026.
Puluhan pengantar pengantin dan tamu undangan serta anak anak , termasuk mempelai wanita, dilaporkan mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan usai menyantap hidangan pesta. Peristiwa yang menghebohkan tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WITA.
Sejumlah warga mulai mengalami muntah-muntah setelah menyantap makanan yang disajikan dalam acara pernikahan tersebut.
Ironisnya, mempelai wanita yang seharusnya menikmati kebahagiaan di hari pernikahannya justru ikut mengalami gejala serupa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, mempelai wanita sempat menyantap hidangan pesta. Namun, tak lama setelah itu, ia mulai mengalami muntah-muntah hingga akhirnya harus dilarikan ke Puskesmas Bontomangngape untuk mendapat kan penanganan medis.
Pihak keluarga mempelai wanita mengaku heran dengan kejadian tersebut. Pasalnya, makanan yang sama disebut telah disajikan pada malam sebelumnya tanpa adanya keluhan serupa.
“Kami juga heran, karena tadi malam teman-temannya juga makan makanan yang kami sajikan,” ungkap salah satu pihak keluarga mempelai wanita.
Hingga laporan ini diturunkan, data sementara yang berhasil dihimpun menunjukkan puluhan warga telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.Berikut rincian sementara korban yang diduga mengalami keracunan makanan:
Puskesmas Bontomangngape: 24 orang.
Puskesmas Bontomarannu: 4 orang.
Puskesmas Bontokassi: 6 orang.
Puskesmas Galesong Kota: 3 orang.
Rumah Sakit Pratama Gowa: 1 orang.
Penanganan di rumah masing-masing dengan infus: 6 orang.
Jumlah tersebut masih merupakan data sementara dan belum menutup kemungkinan adanya korban lain yang belum terdata.
Di tengah penanganan para korban, pihak Puskesmas Bontomangngape diketahui telah mengambil sampel makanan yang disajikan dalam pesta pernikahan tersebut.
Pengambilan sampel dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti munculnya dugaan keracunan massal tersebut.
Seorang sumber menyebutkan, proses pengambilan sampel makanan itu turut disaksikan oleh pihak kepolisian dari Polsek Galesong.
“Ada tadi sampel makanan yang diambil oleh pihak Puskesmas Bontomangngape, disaksikan oleh pihak kepolisian Polsek Galesong,” ungkap sumber kepada media ini.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat memastikan penyebab kejadian tersebut. Dugaan keracunan makanan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel yang telah diamankan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat puluhan warga terdampak dan mempelai wanita turut menjadi korban. Publik kini menanti hasil pemeriksaan medis dan laboratorium untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik insiden tersebut.
Laporan : Asruddin Jangga


