JENEPONTO, Aliefmedia.co.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmawati, S.E., memberi kan pembekalan dan motivasi kepada peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch II Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Jeneponto.,pada Senin 02/11/2026
Dalam kegiatan tersebut, Hj. Salmawati menyampaikan materi soft skill yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, peningkatan kepercayaan diri, kedisiplinan, kemampuan berkomuni kasi, serta semangat berwirausaha bagi para peserta pelatihan.
Kepala UPTD BLK Jeneponto, Adriana, S.E., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pembekalan dan motivasi kepada para peserta.
Adriana menjelaskan bahwa Pelatihan Vokasi Nasional Batch II diikuti sebanyak 64 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jeneponto dengan latar belakang pendidikan SMA atau sederajat.
Adapun pelatihan tersebut terdiri atas empat kejuruan, yakni tata rias, pembuatan roti dan kue, pengelasan (las), serta mekanik sepeda motor.
Pelaksanaan pelatihan berlangsung di BLK Jeneponto dengan durasi berbeda sesuai masing-masing kejuruan. Pelatihan pengelasan berlangsung selama 34 hari, pembuatan roti dan kue selama 16 hari, sedangkan mekanik sepeda motor selama 26 hari.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.
Dalam arahannya, Hj. Salmawati menyampaikan bahwa seluruh peserta merupakan orang-orang beruntung karena mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan diri.
Menurutnya, kesempatan mengikuti pelatihan tidak diperoleh semua orang. Karena itu, para peserta diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Jangan pernah merasa minder dan jangan takut mencoba. Jangan takut salah dan jangan takut memulai sesuatu. Orang-orang sukses pun pernah mengalami kegagalan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mau belajar, berusaha, dan terus memperbaiki diri,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya lima hal utama dalam membangun karakter dan kesiapan memasuki dunia kerja, yaitu percaya pada kemampuan diri, memiliki komunikasi yang baik, disiplin dan bertanggung jawab, kreatif serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan tidak mudah menyerah menghadapi kegagalan.
Lebih lanjut, Hj. Salmawati mengingat kan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan membutuhkan kesungguhan, pengorbanan waktu, kerja keras, kesabaran, serta doa.
Ia mengajak peserta agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pelatihan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
“Kalau mengikuti pelatihan tata rias, tekuni keterampilan tersebut. Kalau belajar membuat roti dan kue, pelajari dengan serius sampai benar-benar mahir. Begitu juga dengan pengelasan dan mekanik sepeda motor.
Harapannya, ke depan kalian bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap positif, menghargai orang lain, menerima kritik sebagai bahan pembelajaran, serta senantiasa bersyukur dalam menjalani setiap proses kehidupan.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Ketenagakerjaan, Suhakir Sultan, turut memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdialog dan menyampaikan pertanyaan seputar peluang kerja, pengembangan usaha, serta upaya pemerintah dalam mendukung kemandirian masyarakat.
Salah seorang peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menanya kan peluang memperoleh bantuan dan dukungan pemerintah melalui proposal usaha agar dapat mengembangkan usaha secara mandiri setelah mengikuti pelatihan.
(Ahmad Yani AMN)


