TAKALAR, Aliefmedia.co.id – Penguatan karakter generasi muda menjadi perhatian serius UPT SMA Negeri 5 Takalar melalui kegiatan ROHIS (Rohani Islam) yang mengusung tema “Muda Berkarakter dan Bertanggung Jawab”.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai 31 Oktober hingga 1 November 2026, bertempat di Rumah Sapi D’Reppa. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan mental, spiritual, serta peningkatan kapasitas kepemimpinan bagi para anggota ROHIS.
Salah satu pemateri, Kepala PLT Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Takalar-Jeneponto, Hamzah, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa tantangan generasi muda ke depan semakin berat. Karena itu, ROHIS sebagai salah satu organisasi kesiswaan diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah sekaligus tampil sebagai motor penggerak perubahan ke arah yang lebih positif.
Ketua ROHIS UPT SMA Negeri 5 Takalar, kadri Ramadhan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kerja sama dengan pengurus Ahlussunnah Bontonompo melalui Yayasan Bumi Cendekia Nusantara dan Generasi Panritana Togowata, yang difasilitasi oleh Plt. Kepala UPT SMA Negeri 5 Takalar.
Kadri Ramadhan juga menambahkan bahwa sejak Andi Baso Nurdin, S.Pd., M.M., menjabat sebagai Plt. Kepala UPT SMA Negeri 5 Takalar, perhatian terhadap pembinaan ROHIS semakin meningkat. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan keterampilan baca tulis Al-Qur’an.
Menurutnya, berbagai kegiatan pembinaan telah dilaksanakan ROHIS selama kepemim pinan Andi Baso Nurdin sebagai bentuk penguatan karakter religius peserta didik.
Di tempat terpisah, Andi Baso Nurdin, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa ROHIS merupakan organisasi keagamaan di sekolah yang program-program nya sejalan dengan visi sekolah dan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Oleh karena itu, pihak sekolah senantiasa memberikan dukungan dan memfasilitasi berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan organisasi tersebut.
Andi Baso Nurdin berharap ROHIS UPT SMA Negeri 5 Takalar terus meningkatkan kemam puan dan kualitas anggotanya, khususnya dalam membaca serta menulis Al-Qur’an.
Ia juga berharap melalui pembinaan yang berkelanjutan dapat lahir generasi muda yang tidak hanya berkarakter dan bertanggung jawab, tetapi juga mampu menjadi penghafal Al-Qur’an serta membawa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
(ASRUDDIN JANGGA)


