Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Sejumlah bagian lingkungan yang mulai dipenuhi sampah dan tumbuhan liar menjadi sasaran kerja bakti yang dilakukan Babinsa Koramil 1425-04/Kelara Kodim 1425/Jeneponto, Sertu Syamsuddin M, bersama elemen masyarakat, Senin (7/9/2026).
Pembersihan dilakukan dengan mengumpulkan sampah, merapikan rumput dan semak, serta menata kembali bagian lingkungan yang mulai tidak terurus. Warga mengambil bagian pada sejumlah titik, sementara Babinsa ikut mengerjakan pembersihan bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Bontolebang, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, dengan tujuan mengurangi bagian lingkungan yang mengganggu serta mendorong warga untuk lebih cepat menangani kondisi serupa di kemudian hari.
Sertu Syamsuddin M mengatakan, kondisi lingkungan yang mulai tidak terurus sebaiknya segera ditangani sebelum pekerjaan menjadi lebih berat. Menurutnya, banyak persoalan kebersihan sebenarnya dapat diselesaikan dengan tindakan sederhana apabila dilakukan sejak awal.
Ia menjelaskan, kerja bakti kali ini juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagian lingkungan yang selama ini kurang mendapat perhatian. “Kita tidak hanya melihat bagian yang ramai dilewati. Ada juga titik-titik yang jarang diperhatikan, padahal kalau dibiarkan akan semakin sulit dibersihkan,” ujarnya.
Menurutnya, warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi memiliki peran penting dalam menjaga hasil pembersihan. Ia meminta agar sampah yang muncul setelah kegiatan tidak dibiarkan menumpuk dan bagian yang kembali ditumbuhi rumput segera dirapikan.
Sertu Syamsuddin juga menilai kebiasaan menjaga lingkungan harus dimulai dari hal yang paling sederhana. Ia mengajak masyarakat untuk memperhatikan area sekitar rumah dan fasilitas yang digunakan bersama, termasuk segera membersihkan ketika menemukan kondisi yang mulai mengganggu.
“Jangan berpikir bahwa menjaga lingkungan itu harus menunggu kerja bakti. Kalau setiap orang mau mengurus bagian yang ada di dekatnya, banyak pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu menunggu sampai dikumpulkan dalam satu kegiatan,” katanya.
Sertu Syamsuddin berharap warga dapat mempertahankan hasil pembersihan tersebut melalui perhatian rutin. Menurutnya, lingkungan yang terawat bukan ditentukan oleh seberapa sering dibersihkan, tetapi oleh kebiasaan masyarakat untuk tidak membiarkannya kembali kotor.
(Pendim 1425/Jeneponto)


