Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Kodim 1425 Jeneponto menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Komunikasi (Binkom) yang bertempat di Aula Vyanty Kodim 1425 Jeneponto,Selasa,18/08/2026
Hadir dalam acara tersebut,Kasdim 1425 Jeneponto Mayor Inf Ramli Hamanja, Para Perwira dan prajurit TNI dan Polri, Unsur FKPPI Jeneponto,Para Intel, Pimpinan Organisasi masyarakat dan kepemudaan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta undangan lainnya .

Kasdim Mayor Inf Ramli Hamanja dalam Sambutannya mewakili Dandim 1425 Jeneponto, Mayor Inf Ramli Hamanja, menyampaikan bahwa Kegiatan Pembinaan Komunikasi ini merupakan salah satu sarana yang sangat penting dalam mempererat hubungan dan sinergitas antara TNI dengan seluruh komponen bangsa, khususnya pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda di Kabupaten Jeneponto.
Menurutnya bahwa melalui komunikasi yang baik, diharapkan dapat terbangun pemahaman yang sama dalam mengha dapi berbagai tantangan yang berkem bang di tengah masyarakat.
Perkembangan situasi global, nasional maupun daerah menuntut kita untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Berbagai tantangan seperti penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks, paham radikalisme, konflik sosial, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai permasalahan sosial lainnya memerlu kan perhatian dan keterlibatan seluruh komponen bangsa.
Oleh karena itu, melalui kegiatan Pembinaan Komunikasi ini diharapkan dapat terwujud komunikasi yang efektif dan harmonis antara TNI dengan seluruh komponen bangsa lainnya.
Dengan komunikasi yang baik, setiap permasalahan yang muncul dapat dideteksi sejak dini dan diselesaikan secara bijaksana melalui musyawarah serta semangat gotong royong.
Kepada seluruh peserta, saya berharap agar kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk bertukar informasi, memberikan masukan, serta memperkuat koordinasi dalam rangka mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dan kondusif.
Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada para narasumber dan seluruh peserta yang telah hadir.
Semoga kegiatan Pembinaan Komunikasi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua dan semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sementara itu, Perwakilan Tim SINTELAD menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dandim 1425/Jeneponto beserta seluruh staf yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Pembinaan Komunikasi tentang pencegahan konflik sosial.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh narasumber yang hadir, baik dari unsur Polres, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun unsur terkait lainnya yang telah memberikan pembekalan kepada seluruh peserta.
Menurut nya bahwa bahwa perjalanan bangsa Indonesia sejak memproklamasi kan kemerdekaan tidak pernah terlepas dari berbagai ancaman keamanan dan gejolak yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Berbagai peristiwa seperti pemberonta kan, separatisme, terorisme, kerusuhan, hingga berbagai konflik sosial menjadi pengalaman yang harus dijadikan pembelajaran bersama.
Di samping itu, perkembangan demokrasi dan keterbukaan informasi telah menyebabkan dinamika sosial berkembang semakin cepat.
Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya konflik sosial, baik konflik vertikal maupun horizontal.
Konflik sosial dapat mengakibatkan hilangnya rasa aman, timbulnya rasa takut, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, korban jiwa, serta trauma psikologis berupa dendam, kebencian dan antipati. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menghambat terwujud nya kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait diharapkan dapat hadir secara cepat dalam setiap permasalahan yang muncul sehingga konflik tidak berkembang dan meluas.
Kegiatan Pembinaan Komunikasi tentang pencegahan konflik sosial di wilayah Jeneponto merupakan salah satu upaya preventif yang dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah terjadinya konflik sejak dini.
Seluruh komponen masyarakat harus bekerja sama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai permasalahan yang berkembang.
Apabila terdapat permasalahan atau potensi konflik sosial di lingkungan masing-masing, masyarakat diharapkan segera menyampaikannya kepada pihak yang berwenang sehingga langkah-langkah preventif dapat dilakukan.
Seluruh peserta diharapkan mengikuti kegiatan dengan motivasi dan semangat yang tinggi serta memanfaatkan kegiatan sebagai wadah untuk berdis kusi dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan di wilayah.
Seluruh unsur masyarakat diharapkan dapat membangun komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga setiap potensi konflik dapat diselesaikan secara cepat, tepat dan bijaksana.
Kasdim juga menekankan pentingnya berpikir secara jernih dan mengutama kan penyelesaian masalah secara damai. Permasalahan kecil yang tidak segera diselesaikan dapat berkembang menjadi konflik yang lebih besar apabila tidak ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat mengedepankan sikap saling menghormati, toleransi, musyawarah, gotong royong dan kepatuhan terhadap hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Ditempat yang sama , Kabid Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol. Amir, S.Sos., M.M.,dalam pemaparan Materi nya yang berjudul ” Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial.”
Dalam pemaparan materinya yang disampaikan bahwa Indonesia memiliki keragaman suku, agama, budaya, bahasa dan kelompok sosial. Keragaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dikelola secara bijaksana.
Menurutnya bahwa apabila keragaman tidak dikelola dengan baik, maka perbedaan dapat menjadi sumber perselisihan dan berpotensi menimbul kan konflik.
Dikatakan bahwa Konflik sosial merupakan perseteruan dan/atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih yang dapat berdampak pada tergang gunya keamanan dan ketertiban.
Konflik dapat terjadi antara : Individu dengan individu; Antar keluarga; Antar kelompok masyarakat; Antar komunitas; Antar organisasi; dan Antarwilayah.
Menurutnya bahwa Faktor Penyebab Konflik sosial antara lain, Perbedaan kepentingan, seperti perebutan sumber daya, persaingan ekonomi, serta perbedaan kepentingan terhadap kebijakan atau keputusan tertentu. Perbedaan sosial dan budaya, seperti perbedaan suku, agama, ras, budaya dan adat istiadat.
Tidak hanya itu, juga termasuk Kurangnya sikap toleransi terhadap perbedaan. Perbedaan kepentingan politik yang berkaitan dengan kebijakan atau keputusan tertentu. Kesenjangan ekonomi dan sosial, termasuk ketimpa ngan kesempatan ekonomi dan persaingan dalam memperoleh pekerjaan.
Informasi yang tidak benar, seperti hoaks, ujaran kebencian dan informasi provokatif melalui media sosial. Lemahnya komunikasi, termasuk tidak adanya ruang dialog dan adanya kesalah pahaman antarpihak.
Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan. Pencegahan konflik merupakan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat, termasuk pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, kaum perempuan serta seluruh elemen masyarakat.
Peran Pemerintah memiliki beberapa peran dalam mencegah konflik sosial, antara lain: Melakukan pemetaan potensi konflik. Melaksanakan deteksi dan pencegahan dini. Membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Memfasilitasi penyelesaian perselisihan.
Meningkatkan kualitas pelayanan publik. Mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Membangun koordinasi lintas sektor. Mendorong terciptanya masyarakat yang toleran dan harmonis.
TNI dan Polri memiliki peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Membangun komunikasi dengan masyarakat. Mencegah berkembangnya provokasi. Memberikan perlindungan kepada masyarakat. Mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
Menegakkan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Takkalah pentingnya adalah Peran Tokoh Agama dalam mencegah konflik sosial, antara lain: Menyampaikan pesan-pesan kedamaian. Mengajarkan nilai toleransi. Mencegah terjadinya perpecahan. Menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Menjadi mediator ketika terjadi permasalahan. Mendorong masyarakat menyelesaikan masalah secara damai.
Sementara Peran Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat adalah menjaga nilai-nilai adat dan kearifan lokal. Mediator dalam penyelesaian perselisihan. Penghubung komunikasi antarwarga. Penggerak semangat gotong royong. Pencegah berkembangnya isu provokatif.
Pendorong penyelesaian masalah melalui musyawarah. Serta menjadi Teladan dalam menghargai perbedaan.
Demikian pula terhadap Peran Kaum Perempuan memiliki peran strategis dalam pencegahan konflik melalui Pendidikan dalam keluarga; Penggerak kegiatan sosial;
Mediator dalam lingkungan keluarga dan masyarakat; Penguatan ketahanan keluarga; dan Penanaman nilai toleransi serta kedamaian kepada generasi muda.
Demikian juga Peran Generasi Muda sangat penting dalam menjaga persatuan dan mencegah konflik sosial, antara lain: Meningkatkan wawasan kebangsaan. Membangun dialog antar kelompok. Menyelenggarakan kegiatan sosial.
Mendorong toleransi. Menolak kekerasan dan provokasi. Membantu pemerintah menjaga kerukunan masyarakat. Menjadi mitra strategis dalam deteksi dini terhadap potensi konflik.mengarah kepada kekerasan. Meningkatnya ketegangan politik dan sosial. Munculnya tindakan yang dapat memecah persatuan masyarakat.
Kegiatan Pembinaan Komunikasi tentang “Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 1425/Jeneponto” merupakan salah satu langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi seluruh komponen masyara kat dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Pencegahan konflik sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat.
Dengan memperkuat komunikasi, meningkatkan toleransi, mengedepan kan musyawarah, menjaga persatuan dan kesatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, diharapkan berbagai potensi konflik dapat dicegah sejak dini.
Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, kaum perempuan dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam menciptakan Kabupaten Jeneponto yang aman, damai, harmonis dan kondusif.
Penulis: Ahmad Yani AMN
Editor: Sumardi Jaya,S.IP AMN


