Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Jika dulu warga harus memutar jauh dan mempertaruhkan nyawa menyebrang sungai, kini pemandangan berbeda terlihat di Kecamatan Bangkala.
Dua bocah sekolah tampak berjalan santai di atas jembatan gantung berwarna hijau, merah dan putih yang membentang gagah di atas aliran sungai. Itulah Jembatan Gantung yang menghubungkan Kelurahan Benteng dan Kelurahan Pallengu, yang kini progresnya sudah mencapai 99,20 persen, Selasa, 18/8/2026.

Jembatan yang berada di wilayah teritorial Kodim 1425/Jeneponto ini bukan sekadar bangunan fisik. Pembangunan ini merupakan program strategis Presiden Republik Indonesia melalui TNI Angkatan Darat untuk membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat pemerataan ekonomi rakyat.
Kehadirannya menjadi urat nadi baru bagi aktivitas warga, anak sekolah, petani, hingga akses kesehatan antar dua kelurahan.
Yang membuat pembangunan ini istimewa adalah proses pengerjaannya. Tidak dikerjakan oleh kontraktor besar, jembatan ini lahir dari semangat gotong royong antara prajurit TNI bersama masyarakat sekitar.
Dari mengangkat material, merakit besi, hingga mengecat, semua dikerjakan bersama dengan peluh dan tawa, sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dan Rakyat.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menegaskan, Alhamdulillah progres pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Benteng dan Kelurahan Pallengu ini sudah mencapai 99,20 persen per hari ini.
Ini adalah bukti nyata bahwa program strategis Bapak Presiden Republik Indonesia melalui TNI-AD benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di wilayah Bangkala.”
“Saat ini memang masih terdapat konstruksi bangunan jembatan yang belum terpasang, yakni tali sling penahan guncangan dan pembersihan di sekitar area jembatan sebelum nantinya kita nyatakan 100 persen rampung. Jadi sisa 0,80 persen itu kita fokuskan untuk finishing penguatan dan kerapian,” jelasnya.
Untuk tali sling penahan guncangan ini, tegas Dandim, sangat vital. Fungsinya untuk meredam guncangan dan getaran saat jembatan dilintasi.
“Kita ingin memastikan jembatan ini tidak hanya selesai, tapi juga kokoh, stabil dan aman. Jangan sampai saat dilintasi anak sekolah atau warga secara bersamaan, jembatan bergoyang berlebihan dan membahayakan,” tambah Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa.
“Selain sling, kita juga akan melakukan pembersihan total di sekitar jembatan. Material sisa pekerjaan, sampah-sampah, dan area kanan kiri jembatan akan kita rapikan, sehingga saat diresmikan nanti kondisinya sudah benar-benar bersih, indah dan siap digunakan,” ujarnya.
Harapan saya, setelah 100 persen nanti jembatan ini dijaga dan dirawat bersama. Ini bukan milik TNI saja, tapi milik masyarakat Benteng dan Pallengu.
“Ini adalah kado kemerdekaan dari Bapak Presiden untuk warga Jeneponto. Manfaatkan untuk sekolah, untuk ekonomi, untuk kebersamaan. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat,” pungkas Dandim.
(Pendim 1425/Jeneponto)


