Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Di bawah langit Jeneponto yang mendung, Komandan Kodim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa berdiri tegak memimpin Ziarah Nasional HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin, 17/8/2026. Bukan sekadar upacara, tapi sebuah janji untuk tidak melupakan.
Forkopimda Jeneponto, prajurit TNI, Polri, dan jajaran pemerintah daerah larut dalam khidmat. Satu per satu bunga ditaburkan. Di setiap taburan, ada air mata sejarah yang jatuh. Di batu nisan yang mulai kusam itu, tertulis nama-nama yang pernah berdarah-darah demi Merah Putih tetap berkibar hingga hari ini.

Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa tak banyak bicara di awal, ia menunduk lama di depan pusara. Baginya, ziarah ini adalah perjalanan batin. Untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati di kafe, di kantor, dan di rumah yang nyaman hari ini, dibayar dengan nyawa yang terkubur sunyi di sini.
Ia menegaskan, kita semua yang berdiri di sini adalah orang-orang yang berutang. Berutang nyawa kepada para pahlawan yang jasadnya telah menyatu dengan tanah Turatea ini. Utang itu tidak akan pernah bisa kita bayar, kecuali dengan cara menjaga Indonesia tetap berdiri tegak dan tidak pernah runtuh.
Dandim juga mengingatkan, musuh kita hari ini bukan lagi bambu runcing dan dentuman meriam. Musuh kita hari ini adalah lupa. Lupa akan sejarah, lupa akan persatuan, dan lupa bahwa kita adalah satu bangsa. Jika kita lupa, maka sia-sialah darah yang tertumpah di taman makam ini.
Menurutnya, Kodim 1425/Jeneponto tidak akan pernah membiarkan api nasionalisme itu padam di Butta Turatea. Bersama Forkopimda, TNI-Polri dan pemerintah daerah, pihaknya akan terus menjaga bara itu tetap menyala, dari desa terpencil hingga ke pusat kota, demi Jeneponto yang aman dan damai.
Hari ini kita menabur bunga, tapi esok kita harus menabur karya. Cara terbaik menghormati pahlawan bukan dengan tangisan di pusara, melainkan dengan keringat untuk rakyat. Bantu kesulitan rakyat, jaga persatuan, dan buat Jeneponto bangga karena memiliki generasi penerus yang tidak cengeng dan tidak mudah diadu domba.
Dirgahayu Indonesia ke-81. Dari TMP Turatea ini kami bersumpah, selama Merah Putih masih berkibar, selama itu pula kami akan setia menjaga amanah para pahlawan. Semoga mereka tenang di alam keabadian, karena perjuangannya kini kami lanjutkan.
(Pendim 1425/Jeneponto)


