DEPOK — Upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini terus menemukan momentumnya di dunia pendidikan. Komitmen tersebut tercermin dalam buku terbaru karya Mudzakkir Harun Alrasyid, guru SDIT Miftahul Ulum Cinere, Depok, yang mengangkat tema pendidikan berwawasan lingkungan berbasis sekolah.

Buku ini hadir sebagai refleksi sekaligus panduan inspiratif bagi dunia pendidi kan dalam menjawab tantangan krisis lingkungan global.

Sebagai karya ketujuh yang ditulisnya, buku ini menawarkan sudut pandang segar tentang bagaimana sekolah dapat menjadi pusat pembentukan karakter peduli lingkungan.

Dengan pendekatan naratif yang ringan namun argumentatif, penulis mengurai kan bahwa kepedulian terhadap alam tidak cukup diajarkan sebagai teori, melainkan harus dihadirkan dalam praktik keseharian di lingkungan sekolah. Buku tersebut disusun secara sistematis dalam sembilan bab yang saling berkelindan.

Pembahasan diawali dengan pengenalan konsep dasar dan nilai filosofis pendidikan lingkungan, dilanjutkan dengan strategi implemen tasi di sekolah dasar, hingga penguatan peran guru dan peserta didik sebagai agen perubahan.

Setiap bagian dirancang untuk memberi gambaran utuh tentang bagaimana pendidikan hijau dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Dalam buku ini, Mudzakkir juga menyajikan beragam praktik baik dari sekolah-sekolah yang telah berhasil menerapkan prinsip sekolah hijau.

Kisah-kisah tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan lingkungan sekolah tidak hanya berdampak pada kebersihan dan keindahan, tetapi juga pada peningkatan karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial siswa.

Penulis menekankan bahwa sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat.

Program seperti pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, dan recycle, pemanfaatan kebun sekolah sebagai media belajar, serta kampanye hemat energi dipandang sebagai sarana efektif untuk menanam kan nilai tanggung jawab terhadap lingkungan.

Lebih dari sekadar buku panduan, karya ini juga mengajak pembaca untuk melihat pendidikan lingkungan sebagai sebuah gerakan kolektif.

Kolaborasi antara sekolah, keluarga, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya disebut sebagai kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan hidup yang lestari.
Melalui buku ini, pembaca diajak menyadari bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di sekolah.

Pendidikan hijau tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepedulian, integritas, dan kesadaran untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Karya ini diharapkan menjadi referensi penting bagi pendidik, pengelola sekolah, pemerhati lingkungan, serta masyarakat luas yang ingin berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan melalui jalur pendidikan.

Dengan pendekatan yang aplikatif dan inspiratif, buku ini menegaskan bahwa masa depan yang berkelanjutan dapat diwujudkan melalui pendidikan yang berorientasi pada kepedulian lingkungan.

(Nursalim Turatea).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *