Aliefmedia.co.id, MAKASSAR – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Tudang Sipulung 2025 yang akan digelar di Tanjung Bayang, Kelurahan Tanjung Merdeka, pada 30–31 Agustus 2025.
Dukungan ini disampaikan saat menerima Panitia Tudang Sipulung yang terdiri atas Ketua Irham Amil Ishak, Wakil Ketua Hj. Nuraeni, Bendahara Sumarni B. Jufri, dan Sekretaris Panitia H. Syakhruddin DN di ruang kerjanya, Rabu 13 Agustus 2025 usai salat dhuhur.
“Pada dasarnya tidak ada masalah. Tugas kita adalah bagaimana panitia melaksanakan kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi antar-pengurus shelter, baik yang baru maupun yang lama,” tegas Ita.
Satu Grup untuk Semua Shelter
Menanggapi adanya dinamika di media sosial yang berpotensi mengganggu keakraban antar-shelter, Ita menegaskan pihaknya akan melakukan penataan komunikasi.
“Tutup saja semua grup. Cukup satu saja, biarkan saya yang jadi admin. Supaya mudah memantau perkembangan penanganan kasus di Makassar. Terlalu banyak grup justru bikin pusing, HP jadi berat, dan sering diisi hal-hal yang tidak relevan,” jelasnya.
Ita menegaskan bahwa grup resmi yang akan digunakan hanya Sapa Mulia agar koordinasi lebih efektif.
Ketua Panitia, Irham Amil Ishak, menyampaikan terima kasih atas dukungan Kadis DP3A. Ia menegaskan bahwa pihaknya segera memesan tujuh pondokan yang sudah ditinjau bersama tim.
Untuk urusan konsumsi, Wakil Ketua Hj. Nuraeni mengusulkan menggunakan jasa catering binaannya di Pattingalloang.
“Harganya bersahabat dan mereka bertanggung jawab,” ujarnya.
Semula ada wacana melibatkan Dapur Umum Lapangan (Dumlap) Dinas Sosial dan Tagana, namun Ita menyarankan opsi yang lebih praktis.
“Jangan sampai perhatian terpecah antara memasak dan mengikuti lomba. Waktu kita juga singkat,” tambahnya.
Bendahara Sumarni B. Jufri sepakat menggunakan jasa catering, namun menekankan pengawasan ketat agar distribusi makanan tepat sasaran.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi awal kegiatan. Panitia berkomitmen bekerja secara profesional dan terarah.
Ita juga berjanji akan hadir di acara jika tidak bertabrakan dengan jadwalnya yang padat, termasuk penyelesaian Pendidikan Latpim II yang sedang ia jalani.
“Saya ingin sekali mengunjungi semua shelter warga, tapi jadwal belum memungkinkan,” ungkapnya.
Dengan restu dan arahan dari Kadis DP3A, Tudang Sipulung 2025 diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan antar-shelter dan memperkokoh jejaring perlindungan anak di Kota Makassar (sdn)
