JENEPONTO, AMN – Dasarnya ini bimbingan sosial berdasarkan DIPA dinas sosial tahun Anggaran 2024. Jadi kami melaksanakan bimbingan sosial ini bertujuan untuk memberikan bimbingan terhadap para keluarga penyandang disabilitas termasuk yang ODGJ,

Tidak hanya itu, penyandang masalah sosial Anak-anak terlantar. Bagaimana mereka bisa membangun kepercayaan dirinya, para keluarga ini untuk mendampingi para penyandang masalah sosial yang ada.

Menurut Dian Anggraeni  bahwa  merawat orang yang dalam gangguan jiwa dan para lansia itu tidak mudah. Diperlukan  kewarasan sebelum merawat orang yang dalam gangguan jiwa. Sebab,  orang yang merawat itu harus waras dulu.

Disisi lain kata Dian Anggraeni Arsyad bahwa peserta bimbingan sosial sebanyak 390 orang itu dibagi dalam 3 angkatan.

Setiap  angkatan itu berjumlah 137 orang. Sementara pematerinya  dari trainer ISKI dengan menyajikan Materi  tentang spiritual, Kesehatan jiwa dan lain-lain.

Langkah-langkahnya itu yang pasti nomor 1 itu diberikan perhatian khusus, melihat lansung kelapangan apa yang mereka butuhkan .

Karena memang tujuannya itu Rehabilitasi sosial yakni memberikan atau memastikan kebutuhan dasar pokoknya terpenuhi.

” kami di rehsos memang orang lapangan yang lansung ke PMKS itu sendiri guna melihat langsung apa yang bisa meng asesmen dan  apa yang bisa kami berikan nantinya. ” Ujar Dian Anggraeni kepada redaksi aliefmedia.co.id Selasa 31/12/2024

Kalau ODGJ , itu dari dua tahun yang lalu, sebenarnya SPM nya tidak di dinas sosial lagi, beralih ke dinas kesehatan. Jadi ODGJ sudah di tangani Dinas Kesehatan bukan lagi Dinas Sosial,jelas kata Dian Anggraeni

Kalau ada penanganan seperti ODGJ itu, kita hanya bawa ke Dinas kesehatan. Alasannya yakni KISinya, jadi kalau sudah ada rujukan dari Dinkes untuk dilaku kan rujukan ke Makassar ,kita di Dinas Sosial hanya menyiap kan KISi nya.

” kalau sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit Dadi Makassar, kalau seandainya kami dapat membantu,tentu  kami akan membantu dengan memberikan bantuan produktif.” Tutur Dian Anggraeni Arsyad.”

Penulis: Aswandi Karim AMN

Pewarta: Ahmad Yani

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *