Oleh: Ustadz Abd.Rahman Syam,S.Pd.I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلا هَادِيَ لَهُ . * أشهد أن لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ على سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدين
أما بعد : عِبَادَ اللهِ أَوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Jama’ah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dialah yang menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian bagi hamba- hamba-Nya, siapa di antara mereka yang terbaik amalnya.
Dialah yang menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk, cahaya, dan pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Dengan Rahmat dan kasih sayang-Nya, kita masih diberi kesempatan menapaki kehidupan, menghirup udara keimanan, dan menjalani masa yang penuh berkah, bulan Ramadhan.
Shalawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada suri teladan sepanjang zaman, Nabi Muhammad Saw. Beliaulah cahaya bagi umat, pemimpin bagi yang bertakwa, dan pemberi syafaat di hari kiamat.
Melalui risalahnya, kita diajarkan makna hakiki ketundukan kepada Allah dan nilai-nilai luhur yang mengantarkan kita kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kita tengah berada dalam bahtera perjalanan bulan suci Ramadhan, bulan yang Allah muliakan dengan limpahan keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Di dalamnya terdapat peluang emas untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih empat keutamaan puasa yang agung.
Maka, marilah kita mantapkan diri dengan penuh kesungguhan, agar Ramadhan kali ini menjadi momentum perubahan menuju derajat takwa yang hakiki.
Kami ingin mengingatkan diri sendiri dan jamaah sekalian untuk senantiasa mening katkan ketakwaan kepada Allah swt.dengan sebenar-benarnya takwa.
يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Azhab: 33)
Ketika kita berbicara tentang ketakwaan, kita tidak bisa lepas dari ibadah puasa, terutama puasa di bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kembali makna dan tujuan dari puasa itu sendiri.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Puasa bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang diwajibkan pada tahun kedua Hijriyah. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183:
يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصَّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ من قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter dan peningkatan spiritual. Dalam surat Al-Baqarah ayat 185, Allah menegaskan:
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمَةٌ
“Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”
Ketika kita berbicara tentang ketakwaan, kita tidak bisa lepas dari ibadah puasa, terutama puasa di bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kembali makna dan tujuan dari puasa itu sendiri.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Imam Muslim juga mengingatkan kita tentang nocici strategic dan dahsyat nya ini
Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Imam Muslim juga mengingatkan kita tentang posisi strategis dan dahsyatnya puasa ini, bahwa:
“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah saw bersabda,”Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. la untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
Maa’syirol muslimin Rokhimakumullah,
Secara reflektif, puasa sejatinya memiliki dua bagian penting yang perlu kita renungkan yaitu bagian lahiriyah dan bagian batiniah.
Puasa lahiriyah adalah menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual, dan menahan diri dari berbagai pembatal puasa yang sifatnya lahiriyah yang tampak oleh mata kita.
Sedangkan puasa batiniah adalah bagian lebih mendalam yang berkaitan dengan jiwa kita, hati, serta pikiran kita atau sesuatu yang tidak nampak oleh mata, seperti menghindari segala perbuatan tercela, seperti dusta, hasad, dan riya’.
Dengan melaksanakan puasa sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Al-Sunnah, kita akan memperoleh hikmah yang sangat tinggi.
Pertama.puasa meningkatkan ketak waan kita. Dengan ketakwaan, kita akan mendapatkan rizki yang tidak terduga, jalan keluar dari kesulitan, dan ampunan dari Allah.
Kedua. Doa kita akan dikabulkan. Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Al-Baihaqi disebutkan bahwa ada tiga kelompok orang yang doanya tidak tertolak, yaitu orang yang berpuasa, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.
Ketiga. puasa adalah perisai dari siksa neraka. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari:”Puasa itu adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah mengucapkan ucapan kotor, dan jangan pula bertindak bodoh”
Keempat. puasa dapat menghapus dosa dan memberikan syafaat di hari kiamat.
Dalam hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad Rasullah saw bersabda puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi kan syafaat bagi seorang hamba di hari kiamat:
Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat.
Puasa berkata : Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.”
#semoga bermanfaat bagi kita semua #
