Oleh . Ustad.Abd.Tahman Syam

Aliefmedia.co.id – Rasulullah Saw menganjurkan agar kita bergembira menyambut datangnya Ramadhan. Kegembiraan ini akan dibalas dengan keistimewaan :

مَنْ فَرَحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللَّهُ جَسَدَهُ عَلَى النِيْرَانِ

“Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan meng haramkan jasadnya masuk neraka.”

Begitu mulia bulan Ramadhan, sehingga rasa gembira menyambut kedatangan nya pun, kita akan mendapatkan balasan kebahagiaan terhindar dari siksa api neraka.

Berkenaan dengan itu, Rasulullah telah menghabarkan tentang kemuliaan- kemuliaan bulan Ramadhan dalam haditsnya yang diriwayatkan Imam Nasa’i :

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرُ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu di bukalah pintu-pintu langit, dan di tutuplah pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.”

Hadirin,jamaah Subuh rahima kumullah,

Selain persiapan mental dengan rasa gembira, bekal ilmu pengetahuan mutlaq dipersiapkan untuk meningkatkan Iman dan amal

Allah memerintahkan kita bahwa di dalam bulan Ramadhan kita diwajibkan untuk beribadah puasa.

Sehingga perlu persiapan fisik untuk tubuh kita puasa di bulan Rajab dan Sya’ban. Rasulullah pun telah mencontoh kannya sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى تَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى تَقُولَ لَا يَصُومُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Dari Aisyah r.a. ia menuturkan, “Rasulullah biasa mengerjakan puasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah tidak berpuasa, dan beliau biasa tidak berpuasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah berpuasa. Akan tetapi aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada puasa di bulan Sya’ban”.

Hadirin, jamaah Rahimakumullah,

Hal penting yang juga dilakukan adalah persiapan mental menghadapi Ramadhan. Secara psikologis, rasa gembira saat menyambut Ramadhan akan menumbuhkan kecintaan melaku kan ibadah di dalamnya.

Allah swt berfirman dalam Al Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajib kan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Akhirnya marilah kita benar benar berpuasa karena mengharapkan Rahmat dan Ridho nya baik didunia ini terlebih lagi di Yaumil akhirat

“Semoga bermanfaat,amin”

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *