Aliefmedia.co.id, Gowa – Jelang enam tahun sebagai kepala Desa Jipang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa karakternya semakin buruk
Kepala Desa Jipang, Arifuddin Kadir Dg Palallo terkesan anti kritik muncul ditengah masyarakatnya. Bahkan menjadi buah bibir saat disoroti oleh sejumlah lembaga dan media Kabupaten Gowa khususnya dan pada umumnya di Sulawesi Selatan.
Pasalnya pasca disoroti perihal dugaan proyek berupa saluran irigasi di Dusun Jipang, yang kondisinya terbengkalai (mangkrak) tersebut, di soal sang Kades. Lalu kemudian menyurati warganya yang juga merupakan wartawan Patroli Indonesia.com
Surat panggilan berkop Pemerintah Kabupaten Gowa, Kecamatan Bontonompo Selatan, Desa Jipang dan dibubuhi stempel dan tanda tangan Kepala Desa Jipang Arifuddin Kadir, dilayangkan kepada warga bernama Syarifuddin Dg Sitaba pada hari senin 3 Januari 2025 perihal sorotan media.

Surat dengan Nomor: A8.03/SPG/DSJ/II/2025 tentang pemanggilan kepada Syarifuddin Sitaba,
Diketahui bahwa Syarifuddin Sitaba yang merupakan wartawan Patroli Indonesia.com jabatan Perwakilan Sulawesi Selatan
Dalam surat tersebut diminta Saudara Syarifuddin Dg Sitaba untuk hadir pada hari selasa 4 Januari 2025 di kantor Desa Jipang, guna menyampaikan keterangan sehubungan dengan masalah pemberitaan disejumlah lembaga dan media lainya.
Syarifuddin DG Sitaba pun membantah atas surat penggilan Kepala Desa yang tidak tahu fungsi dan tugasnya, sebagai Kepala Desa hal tersebut dianggap buta dan terkesan tuli dalam menjalankan tupoksinya.
Menurutnya bahwa Kepala Desa tidak punya hak untuk menyurati wartawan terkait dengan pemberitaan, kalaupun ada yang ingin diklasifikasikan terkait pemberitaan,itu jalur hak jawab ,”tegas kata Syarifuddin DG Sitaba.
Sikap oknum kades Jipang tersebut, tentu sangat disayangkan sebagai pelayan publik dan pelayan masyarakat, pun sebagai pejabat publik.
Bahkan ironisnya, tidak menghargai bawahan nya sebagai aparat Desa yang bekerja Keras demi masyarakat.
” Saya ini Wartawan , saya tidak pernah membanggakan kewartawanan saya. Tugas wartawan adalah sebagai sosial control dan sangat konyol dan tidak logis ketika pejabat setingkat Kepala Desa tidak suka dikritik oleh media, “tambahnya.
Sebagai Pejabat publik, memang tempatnya dikritik, hal itu dilakukan ketika masyarakat tidak puas dengan kebijakan pemerintah. Kepala Desa itu,kan digaji oleh rakyat melalui pajak ? Tegas kata Syarifuddin
Laporan : Tim liputan AMN
