Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Ketangguhan seorang prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi tantangan di medan tugas, tetapi juga dari kekuatan mental, keteguhan ideologi, serta kemampuannya menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari. Fondasi inilah yang menjadi perhatian dalam Pembekalan Pembinaan Mental Ideologi dan Keuangan bagi prajurit dan Persit jajaran Kodim 1425/Jeneponto.
Bertempat di Aula Vyati Makodim, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Jumat (6/11/2026), pembekalan menghadirkan Kabintaljarahdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Nopid Arif, S.Sos., M.Han., sebagai narasumber.

Materi yang disampaikan memberikan pemahaman tentang pentingnya membangun ketahanan mental dan ideologi sebagai bekal menghadapi beragam tuntutan pengabdian TNI.
Dalam pemaparannya, Kolonel Inf Nopid Arif menguraikan konteks pelaksanaan tugas TNI, baik Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Kedua spektrum penugasan tersebut menuntut prajurit memiliki kesiapan yang tidak hanya bertumpu pada kemampuan fisik dan keterampilan militer, tetapi juga kematangan berpikir, keteguhan prinsip, serta kepekaan dalam menyikapi setiap perkembangan situasi.
Perhatian khusus diberikan pada sejumlah potensi kerawanan yang dapat memengaruhi kualitas pengabdian prajurit, di antaranya disorientasi jati diri, kelelahan psikologis, kerentanan moral, hingga ancaman disorientasi dalam menjalankan tugas.
Berbagai tantangan tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan mental harus terus diperkuat agar setiap personel mampu menjaga arah pengabdian dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tekanan.
Sebagai landasan menghadapi tantangan tersebut, Kabintaljarahdam XIV/Hasanuddin menekankan pentingnya menghayati nilai-nilai Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, serta nilai-nilai perjuangan 1945.
Instrumen pembinaan tersebut bukan sekadar pedoman yang dihafalkan, melainkan harus tercermin dalam sikap, perilaku, kedisiplinan, dan tanggung jawab setiap prajurit, baik ketika berada di lingkungan kedinasan maupun di tengah masyarakat.
Pembekalan juga menyentuh aspek kehidupan keluarga melalui penekanan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga.
Keluarga memiliki peran penting dalam menopang kehidupan seorang prajurit, sehingga hubungan yang harmonis, saling memahami, dan saling mendukung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan pribadi personel yang kuat.
Melalui materi yang disampaikan, Kolonel Inf Nopid Arif berharap prajurit Kodim 1425/Jeneponto mampu tumbuh sebagai personel yang tangguh, memiliki ideologi kokoh, menjunjung tinggi integritas, serta profesional dalam setiap spektrum penugasan.
Harapan tersebut menjadi penegasan bahwa kualitas prajurit tidak hanya tercermin dari keberhasilan melaksanakan perintah, tetapi juga dari konsistensi menjaga nilai-nilai luhur keprajuritan.
Pendalaman materi dilanjutkan melalui sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada prajurit dan Persit untuk menggali lebih jauh berbagai hal terkait pembinaan mental, ideologi, dan keuangan.
Interaksi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya kesiapan pribadi dan keluarga dalam mendukung pelaksanaan tugas.
Pada akhirnya, kekuatan satuan tidak hanya dibangun melalui kesiapan alutsista, keterampilan, dan kedisiplinan, tetapi juga melalui karakter personel yang memiliki pegangan nilai, mental yang terpelihara, serta keluarga yang harmonis.
Dengan fondasi tersebut, prajurit Kodim 1425/Jeneponto diharapkan mampu menjaga kehormatan pengabdian dan menjawab setiap tuntutan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Kasdim 1425/Jeneponto Mayor Inf Ramli Hamanja menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kabintaljarahdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Nopid Arif, S.Sos., M.Han., atas waktu dan ilmu yang telah diberikan dalam pembekalan kepada prajurit dan Persit jajaran Kodim 1425/Jeneponto.
Materi yang disampaikan dinilai sangat penting dalam memperkuat ketahanan mental, memantapkan ideologi keprajuritan, serta memberikan pemahaman tentang berbagai tantangan yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas. Pembekalan ini menjadi bekal berharga bagi personel untuk terus menjaga jati diri, integritas, dan profesionalisme sebagai prajurit TNI.
Lebih lanjut, Mayor Inf Ramli Hamanja berharap seluruh materi yang telah diterima tidak berhenti sebatas pemahaman, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kedinasan maupun rumah tangga.
Melalui pembinaan ini, seluruh prajurit diharapkan semakin tangguh, memiliki ideologi yang kokoh, mampu menjaga keharmonisan keluarga, serta senantiasa bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas demi memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. (Irfan).


