Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Komandan Kodim 1425/Jeneponto, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, menghadiri Pesta Adat Je’ne-Je’ne Sappara yang berlangsung di Dusun Balangloe, Desa Balangloe, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Rabu, 29/7/2026.
Kehadiran Dandim bersama unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pemangku Adat Kerajaan Tarowang Muh. Arif Sonda Kr. Kulle, Wakil Bupati Jeneponto Islam Iskandar, Kajari Jeneponto Akhmad Heru Prasetyo, S.H., M.H., Wakapolres Jeneponto Kompol Sahabuddin, S.E., M.AP., Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, unsur pejabat Pemerintah Kabupaten Jeneponto, serta ribuan warga yang memadati lokasi acara.
Pesta Adat Je’ne-Je’ne Sappara merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Tarowang yang diselenggarakan setiap bulan Safar dalam penanggalan Hijriah.
Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kehidupan, sekaligus doa agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Selain memiliki nilai religius, Je’ne-Je’ne Sappara juga menjadi ruang mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat tanpa memandang latar belakang.
Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi ini mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menegaskan bahwa keberadaan tradisi seperti Je’ne-Je’ne Sappara merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, adat istiadat yang diwariskan para leluhur mengandung nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sejarah yang patut dipertahankan.
Dandim juga menyampaikan bahwa TNI tidak hanya memiliki tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir mendukung setiap upaya pelestarian budaya yang menjadi identitas bangsa.
Melalui kegiatan adat seperti ini, hubungan harmonis antara pemerintah, aparat, tokoh adat, dan masyarakat akan semakin kuat sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan penuh rasa kekeluargaan.
Lebih lanjut, Dandim berharap generasi muda dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari karakter bangsa Indonesia.
Menurutnya, kemajuan zaman tidak boleh mengikis nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu, melainkan harus menjadi motivasi untuk terus menjaga budaya sebagai perekat persatuan dan kebanggaan masyarakat Jeneponto.
(Pendim 1425/Jeneponto)


