Jeneponto, Aliefmedia.co.id — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 Tingkat Kabupaten Jeneponto resmi berakhir pada Ahad malam, 25 Januari 2026, di Lapangan Bulo-Bulo, Kecamatan Arungkeke.
Penutupan kegiatan keagamaan tahunan ini berlangsung khidmat dan penuh semarak, menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Islam serta menegaskan komitmen kolektif menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup masyarakat Jeneponto.

Gbr.Syamsul Bahri,S.Pd,M.Pd,(Juara 1 Qori Tilawah Golongan Dewasa)
Ketua Panitia Penyelenggara MTQ ke-46, Mustakbirin, S.H., M.H., dalam laporan pertanggungjawabannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ.
Ia pun secara khusus mengapresiasi panitia lokal Kecamatan Arungkeke yang telah bekerja secara maksimal, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Desa Bulo-Bulo beserta seluruh masyarakatnya yang dengan penuh keikhlasan menyediakan rumah sebagai tempat pemondokan para kafilah dan peserta MTQ dari berbagai kecamatan.
Menurut Mustakbirin, keterlibatan dan dukungan masyarakat menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan serta ukhuwah Islamiyah yang tumbuh dan terpelihara dengan baik di Kabupaten Jeneponto.
Acara penutupan MTQ ke-46 dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting daerah. Tampak hadir Ir. Ahmad Nawawi, H.B., Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto dari Fraksi Partai NasDem, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat se-Kabupaten Jeneponto, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Maskur, S.Ag., M.H., CGCAE, yang mewakili Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, S.E., M.M., secara resmi menutup pelaksanaan MTQ ke-46.
Dalam sambutannya, Maskur menyam paikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada panitia penyelenggara, dewan hakim, para official, peserta, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berperan aktif menyukseskan MTQ tingkat kabupaten tersebut.
“Kita telah menyaksikan syiar Islam yang begitu hidup dan membumi melalui MTQ ini. Jeneponto Bahagia akan terwujud apabila pemerintah dan masyarakat terus bersinergi serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkap Maskur.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan terhadap para qari, qariah, hafidz, dan hafidzah terbaik.
Pembinaan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu mengharumkan nama Jeneponto pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan hingga nasional.
Dalam ajang MTQ ke-46 ini, gelar Juara Umum resmi berpindah tangan. Berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh cabang lomba yang dipertandingkan, Kecamatan Rumbia berhasil tampil sebagai Juara Umum I dengan perolehan 11 gelar Juara I, sekaligus mengakhiri dominasi Kecamatan Tamalatea yang pada MTQ tahun sebelumnya meraih prestasi serupa.
Adapun peringkat Juara Umum MTQ ke-46 Tingkat Kabupaten Jeneponto adalah Juara Umum I Kecamatan Rumbia, Juara Umum II Kecamatan Tamalatea, dan Juara Umum III Kecamatan Arungkeke.
Penyerahan piala bergilir Juara Umum kepada Kecamatan Rumbia menjadi simbol lahirnya kekuatan baru dalam pembinaan tilawah dan hafalan Al-Qur’an di Kabupaten Jeneponto.
Penutupan MTQ ke-46 ini tidak sekadar menandai berakhirnya kompetisi, tetapi juga menegaskan posisi strategis MTQ sebagai pilar pembinaan generasi Qur’ani.
Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap MTQ tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan budaya religius yang menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat kebersamaan, sportivitas, dan kompetisi yang sehat, MTQ ke-46 Tingkat Kabupaten Jeneponto menjadi bukti nyata bahwa daerah ini terus melangkah menuju masyarakat yang religius, maju, dan berkarakter, berlandaskan nilai-nilai luhur Al-Qur’an.(Redaksi AMN)
