Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Ketangguhan prajurit tidak hanya diukur dari kekuatan fisik, tetapi juga dari kecermatan membaca gerakan, kecepatan bertindak, dan kemampuan mengendalikan diri.
Nilai-nilai tersebut diasah prajurit Kodim 1425/Jeneponto melalui latihan Pencak Silat Militer (PSM) di Makodim 1425/Jeneponto, Selasa, 13 Oktober 2026.
Setiap teknik yang dilatih membutuhkan perpaduan konsentrasi, keseimbangan, kelincahan, dan ketepatan.
Prajurit dituntut menguasai rangkaian gerakan secara benar melalui latihan berulang, sehingga keterampilan bela diri tidak sekadar dipahami, tetapi juga terpelihara sebagai bagian dari kemampuan perorangan.
Latihan PSM menjadi salah satu sarana pembinaan untuk menjaga kesiapan fisik sekaligus membentuk mental yang disiplin.
Kesungguhan menjalani setiap tahapan latihan mencerminkan komitmen prajurit dalam meningkatkan kemampuan dan mempertahankan profesionalisme sebagai personel TNI AD.
Di balik setiap gerakan, terdapat proses pembentukan ketahanan diri dan tanggung jawab. Penguasaan teknik harus berjalan seiring dengan pengendalian emosi, kepatuhan terhadap instruksi, serta kesadaran menggunakan kemampuan bela diri secara tepat sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait hal itu, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menegaskan bahwa kemampuan prajurit harus senantiasa diasah melalui latihan yang teratur dan berkesinambungan.
PSM bukan sekadar materi latihan, melainkan bagian dari pembinaan untuk menjaga ketangkasan dan kesiapan personel dalam mendukung pelaksanaan tugas.
Dandim mengingatkan agar setiap prajurit memiliki kemauan kuat untuk terus belajar dan memperbaiki kekurangan. Penguasaan teknik tidak bisa dicapai secara instan, melainkan membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta keseriusan dalam mengikuti setiap arahan selama latihan.
Ia juga menekankan bahwa kecepatan dan kekuatan harus diimbangi dengan ketepatan serta pengendalian diri. Prajurit dituntut memahami teknik secara menyeluruh, bukan hanya mengejar gerakan yang terlihat cepat, tetapi memastikan setiap tahapan dilakukan dengan benar dan aman.
Menurut Dandim, kedisiplinan dalam latihan turut mencerminkan sikap prajurit dalam menjalankan tanggung jawab. Karena itu, setiap personel diharapkan mampu menjaga semangat berlatih, membangun kepercayaan diri, dan menjadikan evaluasi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas kemampuan.
“Jangan pernah berhenti mengasah kemampuan. Kuasai setiap teknik dengan benar, jaga disiplin, dan laksanakan latihan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap prajurit Kodim 1425/Jeneponto terus meningkatkan ketangkasan serta kesiapan diri agar mampu menjalankan tugas secara profesional,” tegas Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa.
Penulis: Irfan


