Jeneponto – Menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah binaan, Babinsa dituntut tanggap terhadap setiap kondisi yang membutuhkan penanganan bersama.
Peran itu kembali ditunjukkan Babinsa Koramil 02/Bangkala Kodim 1425/Jeneponto Serda Jufri saat bersama Polri, petugas Damkar Kabupaten Jeneponto dan masyarakat bergerak menangani kebakaran lahan tidur di Lingkungan Kassi Kebo, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala, Minggu (20/9/2026).
Kobaran api melahap lahan tidur seluas kurang lebih dua hektare. Api yang membakar area tersebut kemudian ditangani secara bersama-sama oleh unsur TNI-AD, Polri, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat. Hingga penanganan dilakukan, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Babinsa Koramil 02/Bangkala Serda Jufri mengatakan, setiap kejadian yang muncul di tengah masyarakat menjadi bagian dari perhatian Babinsa dalam menjalankan tugas kewilayahan.
Menurutnya, ketika menghadapi kebakaran, yang terpenting adalah mengambil langkah bersama untuk mengendalikan api dan mencegah kobaran menjalar ke area lain.
Serda Jufri menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam penanganan kebakaran sangat berarti karena kondisi di lapangan membutuhkan gerak bersama.
Koordinasi dengan Polri dan petugas Damkar juga terus dilakukan agar proses pemadaman dapat berjalan secara terarah dan kondisi segera dapat dikendalikan.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika berada di sekitar lahan yang mudah terbakar.
Serda Jufri juga meminta warga segera menyampaikan informasi kepada Babinsa atau petugas terkait apabila melihat titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Danramil 1425-02/Bangkala Mayor Arm Andi Irvan Bahtiar mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam penanganan kebakaran merupakan bagian dari tanggung jawab untuk membantu masyarakat menghadapi setiap kejadian yang membutuhkan kehadiran aparat di lapangan.
Sinergi antara TNI-AD, Polri, Damkar dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi kondisi seperti ini.
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat tetap menjadi unsur penting dalam mencegah kebakaran meluas.
Karena penyebab kebakaran masih belum diketahui, masyarakat diminta tidak membuat kesimpulan sendiri dan menyerahkan proses penelusuran kepada pihak yang berwenang, sembari tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.
(Irfan)


