Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Satu keputusan keliru dapat mengubah perjalanan hidup seseorang. Ancaman itulah yang menjadi perhatian serius Kodim 1425/Jeneponto saat mengumpulkan prajurit, PNS TNI dan Persit jajaran dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Kamis, 10/9/2026.
Bukan sekadar menyampaikan larangan, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa perang terhadap narkoba harus dimulai dari diri sendiri.

Pemahaman tentang bahaya narkotika, keberanian menolak serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi bekal penting untuk menjaga personel dan keluarga besar TNI tetap berada dalam koridor pengabdian.
KBO Narkoba Polres Jeneponto Ipda Syamsul Bahri hadir sebagai narasumber dan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai ancaman penyalahgunaan serta peredaran narkoba.
Kegiatan berlangsung di Aula Vyati Makodim 1425/Jeneponto, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Dalam sambutannya, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menyampaikan bahwa prajurit harus memiliki benteng yang kuat sebelum menghadapi berbagai ancaman dari luar.
Salah satunya adalah keteguhan untuk tidak menyentuh narkoba dalam bentuk dan alasan apa pun.
Dandim menegaskan bahwa seragam yang dikenakan prajurit membawa kehormatan satuan dan kepercayaan negara.
Karena itu, setiap personel harus mampu menjaga nama baik tersebut dengan menjauhi perilaku yang dapat merusak diri sendiri, keluarga maupun institusi. Tidak ada ruang untuk kompromi terhadap narkoba.
Ia juga mengingatkan bahwa pencegahan tidak cukup hanya dilakukan oleh satuan. Keluarga memiliki peran besar dalam membentuk lingkungan yang sehat dan menjadi tempat pertama untuk saling mengingatkan.
Dandim mengajak seluruh peserta membangun kepedulian, memperkuat komunikasi dalam keluarga dan segera mengambil langkah apabila menemukan tanda-tanda yang mencurigakan.
Sementara itu, KBO Narkoba Polres Jeneponto Ipda Syamsul Bahri menjelaskan bahwa narkoba memiliki daya rusak yang tidak selalu terlihat pada awalnya.
Seseorang dapat bermula dari rasa ingin tahu atau ajakan pergaulan, namun berujung pada ketergantungan dan berbagai persoalan yang jauh lebih besar.
Menurutnya, perkembangan modus peredaran narkoba menuntut setiap orang untuk meningkatkan kewaspadaan.
Tidak hanya pengguna yang perlu memahami bahayanya, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar agar mampu mengenali potensi penyalahgunaan serta mencegahnya sebelum berkembang.
Ipda Syamsul Bahri mengajak seluruh peserta menjadi bagian dari mata rantai pencegahan dengan berani mengatakan tidak terhadap narkoba.
Ia menekankan bahwa menjaga diri dan lingkungan dari narkotika merupakan bentuk perlindungan terhadap masa depan, keluarga dan kehidupan sosial sekaligus langkah nyata mendukung pemberantasan peredaran gelap narkoba.
Pesan yang dibawa dari kegiatan tersebut sederhana namun tegas: jangan beri kesempatan narkoba mengambil kendali atas hidup.
Melalui penguatan pemahaman dan komitmen bersama, Kodim 1425/Jeneponto terus membangun personel yang tidak hanya tangguh dalam tugas, tetapi juga kuat menghadapi ancaman yang dapat merusak dari dalam.
(Pendim 1425/Jeneponto)


