Oleh : Ustad Baharuddin
(Anggota Dewan Da’wah Turatea)
Dalam kesempatan ceramah keagamaan pada Jumat, jamaah diingatkan untuk tidak hanya memperbanyak ibadah, tetapi juga memastikan bahwa amal yang dilakukan diterima dan disertai keikhlasan, rasa syukur, serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, penceramah menyampai kan bahwa manusia harus terus melakukan introspeksi diri terhadap ibadah dan amal kebaikan yang telah dilakukan.
Sebab menurutnya, banyaknya amal yang belum tentu menjadi jaminan seseorang mendapatkan keselamatan di akhirat apabila amal tersebut tidak disertai keimanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Mengutip penjelasan Imam Al-Ghazali, disampaikan adanya beberapa golongan yang perlu mewaspadai dirinya agar tidak termasuk orang-orang yang terancam masuk neraka.
Pertama, orang yang meninggalkan salat dengan sengaja.
Salat merupakan kewajiban utama bagi setiap Muslim. Karena itu, umat Islam diingatkan agar tidak meremehkan salat maupun meninggalkannya dengan sengaja.
Kedua, orang yang tidak mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya.
Ilmu agama bukan hanya untuk dipelajari dan disampaikan kepada orang lain, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang tidak diwujudkan dalam amal menjadi sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Ketiga, orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah SWT.
Nikmat yang diberikan Allah sangat banyak, mulai dari kesehatan, rezeki, kesempatan hidup, ilmu pengetahuan, keluarga, hingga setiap tarikan napas. Karena itu, umat Islam diajak untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diterima.
Ustad Baharuddin Sese juga mengingat kan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Harta, jabatan, dan berbagai persoalan dunia tidak seharusnya membuat manusia lalai dari tujuan utama dalam kehidupan, yaitu beribadah kepada Allah SWT.
Allah SWT telah menjanjikan jalan keluar dan rezeki bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. Karena itu, umat Islam hendaknya terus meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memperbanyak amal saleh.
Pada kesempatan tersebut, jamaah juga diajak untuk memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT atas berbagai kesalahan dan kekurangan yang dilakukan selama menjalani kehidupan.
Ustad Baharuddin Sese pun berpesan kepada seluruh Jamaah agar senantiasa berpegang teguh pada ajaran Rasulullah SAW, menjalankan segala sesuatu yang diperintahkan dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang.
“Laksanakanlah apa yang diperintahkan dan jauhilah segala yang dilarang,” Menjadi pesan penting kepada jamaah pada kesempatan tersebut.
Melalui tausiyah ini, jamaah diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga shalat, mengamalkan ilmu, serta mensyukuri seluruh nikmat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.


