Jeneponto – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jeneponto menggelar Rapat Koordinasi terkait Pelaksanaan Survei Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahap 2 pada Rabu, 05 November 2025 yang berlangsung di ruang pertemuan BPS Jeneponto.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah pihak terkait, antara lain Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Jeneponto.
Rapat ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar instansi dalam pelaksa naan survei MBG Tahap 2 di Kabupaten Jeneponto.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak terkait bisa terlibat sesuai dengan tupoksi dan peran masing-masing dalam menyukseskan kegiatan survei MBG di Kabupaten Jeneponto, utamanya memastikan kendala saat survei MBG tahap 1 tidak terulang dalam pelaksa naan survei MBG tahap 2 yang berlang sung saat ini (November 2025).
Terdapat lima pertanyaan kunci program MBG, diantaranya adalah :
– Apakah program MBG menambah nilai tambah?
– Apakah program MBG menyerap tenaga kerja?
– Apakah program MBG meningkatkan konsumsi produk lokal?
– Apakah program MBG meningkatkan daya beli rumah tangga?
– Apakah program MBG memberikan dampak sosial?
Dalam sambutannya, kepala BPS menyampaikan dasar pelaksanaan survei MBG, tujuan pelaksanaan, jadwal pelaksanaan, hingga kendala yang dihadapi saat melaksanakan survei MBG tahap 1 pada bulan Juni lalu di Kabupaten Jeneponto.
Ia juga menegaskan “survei MBG ini akan menjadi potret atau gambaran rill pelaksanaan MBG di Kabupaten Jeneponto, tim BPS benar-benar mengumpulkan data sesuai dengan apa yang ada di lapangan”.
Semua pihak yang hadir mengapresiasi kegiatan ini dan berkomitmen penuh dalam menyukseskan pelaksanaan survei MBG di Kabupaten Jeneponto.
Masing-masing perwakilan OPD menyam paikan masukan dan solusi atas kendala yang dihadapi oleh tim BPS dalam pelaksanaan survei MBG.
Dalam kesempatan ini, Korwil SPPG turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas undangan yang diberikan oleh BPS.
“Saya sangat senang ketika diundang menghadiri kegiatan seperti ini karena selama ini kami selalu mau berkumpul berdiskusi dengan pihak pemerintah daerah terkait pelaksanaan MBG di Jeneponto, namun saat ini kami belum diberi kewenangan untuk mengeluarkan administrasi persuratan” ucap Korwil SPPG Jeneponto.
Hal tersebut mendapat perhatian dari Bappelitbangda. “Kami siap memberikan wadah diskusi antara tim SPPG dengan pemerintah daerah melalui satgas MBG Kabupaten Jeneponto dalam waktu dekat ini” tegas Sekretaris Bappelitbangda.
Karena itu, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara seluruh pemang ku kepentingan. Dan diharapkan pelaksa naan program MBG tidak hanya berhasil dalam aspek distribusi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan, konsentrasi belajar, dan kesejahteraan peserta didik di daerah. (Iwan-Syam)

