oppo_1040

Jeneponto – Pelaksanaan Tugas (PLT) Sekertaris Daerah (Sekda) Jeneponto Maskur,S.Ag memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam. Apel tersebut berlangsung di halaman Mapolres Jeneponto,Rabu 5 Nopember 2025

Turut hadir dalam acara tersebut, Dandim 1425 Jeneponto Letkol INF Abdul Muthalib Tallasa bersama anggota nya, Wakapolres Jeneponto beserta PJU dan Jajarannya,Para Camat,para Kepala Desa dan Lurah,Para Kepala OPD, Kejari,Ketua Pengadilan Agama,BPBD,Dinas Sosial bersama Corps Tagana Jeneponto, Satpol-PP, Perhubungan,Dinas Kesehatan dan undangan lainnya

oppo_1040

PLt Sekda Jeneponto Membacakan Sambutan Seragam Kapolda Sulsel, selengkapnya berikut ini;

” pelaksanaan apel hari ini bukan hanya  strategis untuk mengukur kesiapan kesiapsiagaan seluruh unsur personil untuk berkoordinasi lintas sektoral.”

Kita semua menyadari bahwa Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi di Indonesia.

Kondisi geografis yang kompleks, mulai dari pegunungan pesisir pantai hingga perkotaan padat yang padat penduduk menyimpan potensi terjadinya banjir Tanah longsor dan angin puting beliung.

Berdasarkan data bencana alam tahun 2024 terdapat 366 kasus bencana alam terdiri dari banjir 161 kasus, Tanah longsor 103 kasus, angin puting beliung 103 kasus, sedangkan data bencana alam tahun 2025 terdapat 189 kasus, terdiri dari banjir 78 kasus,tanah longsor 53 kasus, dan angin puting beliung 53 kasus,

Oleh karena itu, kesiapsiagaan bukan pilihan melainkan keharusan moral dan tanggung jawab institusional kita bersama.

 ” Saya ini menegaskan bahwa dalam konteks penanganan bencana alam, tidak boleh ada ego sektoral, keberha silan penanganan bencana bergantung pada kolaborasi “

Kolaborasi dan solidaritas antar instansi baik TNI polri pemerintah daerah BPBD Basarnas maupun instansi lainnya.

Sebagai bagian dari fungsi project and server, Polri berkewajiban hadir dalam setiap situasi termasuk pada saat menghadapi bencana.

Namun demikian kita juga harus memahami bahwa penanganan bencana mencakup tahapan pencegahan kesiap siagaan tanggap darurat dan rehabilitasi.

Untuk itu Saya sampaikan tiga pene kanan sebagai pedoman dalam pelaksa naan tugas ke depan

PERTAMA, Tingkatkan ALTIARA kesiapsiagaan Siagaan personil dan kelayakan sarana prasarana pastikan seluruh peralatan SAR mulai dari kendaraan taktis perahu karet alat komunikasi hingga logistik lapangan dalam kondisi siap pakai dan terinven tarisasi dengan baik

Jangan menunggu bencana datang baru kita bergerak lakukan pengecekan dan perawatan secara Kesiapan itu bukan slogan tapi hasil dari disiplin dan tanggung jawab setiap personel

KEDUA, perkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan bencana time is life setiap detik sangat berharga

Oleh karena itu,  sinergi antara instansi harus berjalan efektif mulai dari BPBD TNI Polri Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga unsur pemerintah daerah semua harus bekerja dalam satu komando yang jelas komunikasi yang lancar dan respon yang cepat

KETIGA, Dorong edukasi dan mitigasi dini kepada masyarakat. Budaya tanggap bencana tidak lahir dari perintah tetapi dari kesadaran melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan lembaga pendidikan dalam membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama

Masyarakat tidak melihat atribut atau pangkat kita melainkan Mereka melihat siapa yang hadir membantu pada saat bencana , oleh karena itu,saya ingin mengingatkan kepada seluruh jajaran khususnya anggota Polri untuk senan tiasa dan mengutamakan empati ketulu san profesionalisme dalam bertugas

Hadirkan wajah Polri yang humanis, sigap dan solutif, Karena itulah bentuk nyata pengabdian kita kepada masyarakat bangsa dan negara

Kegiatan bukan sekedar simbol tetapi awal dari kesiapan nyata dalam menghadapi segala kemungkinan di tahun 2025. Terutama menghadapi cuaca ekstrem akibat fenomena perubahan iklim Global yang semakin tidak menentu.

Kita percaya dengan sinergi dan solidaritas antar instansi didukung penuh pemerintah daerah serta masyarakat,maka setiap bencana kita hadapi dengan kesiapan dan ketangguhan

“Ingatlah, bahwa setiap tindakan kecil yang kita lakukan hari ini bisa menyela matkan satu kehidupan esok hari.”

Itulah makna tertinggi dari pengabdian kita sebagai abdi negara hadir menolong dan melindungi dengan sepenuh hati.

Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan kekuatan dan bimbingan kepada kita semua dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara .” Ucap Kapolda Sulsel Irjen Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro,SH.MH. (redaksi AMN)

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *