Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa memimpin langsung upacara persemayaman dan pemakaman jenazah Almarhum Sertu Muh. Yusuf di Desa Bulo-bulo, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Jum’at, 24/10/2025.
Upacara berlangsung penuh khidmat dan haru, dihadiri oleh personel dan Persit KCK Cabang XXXIII Kodim 1425/Jeneponto, keluarga besar almarhum, sahabat, rekan sejawat, serta warga masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada sosok prajurit yang dikenal berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.
Suasana duka menyelimuti lokasi pemakaman saat prosesi penghormatan terakhir dilakukan. Isak tangis keluarga dan rekan-rekan almarhum mengiringi penurunan peti jenazah ke liang lahat, menandai perpisahan dengan salah satu prajurit terbaik Kodim 1425/Jeneponto.
Semasa hidupnya, almarhum Sertu Muh. Yusuf dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, disiplin, dan memiliki jiwa pengabdian yang tulus kepada satuan maupun masyarakat.
Usai memimpin upacara persemayaman dan pemakaman, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Almarhum.
“Atas nama TNI, pribadi dan seluruh keluarga besar Kodim 1425/Jeneponto, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kepergian almarhum bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi satuan dan rekan-rekannya yang telah lama berjuang bersama. Almarhum dikenal sebagai sosok prajurit yang sederhana, disiplin, dan memiliki loyalitas tinggi dalam menjalankan tugas,” ungkap Dandim.
Ia menambahkan, pengabdian yang telah ditunjukkan almarhum selama bertugas akan selalu menjadi teladan bagi seluruh prajurit.
“Semangat dan dedikasi almarhum semasa hidupnya mencerminkan nilai-nilai luhur seorang prajurit TNI. Beliau tidak hanya bekerja dengan tanggung jawab, tetapi juga menempatkan hati dalam setiap pengabdian. Itu yang membuat sosoknya begitu dikenang oleh semua orang,” tutur Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa dengan nada penuh haru.
Di akhir penyampaiannya, Dandim berpesan kepada seluruh anggota jajarannya agar menjadikan kepergian almarhum sebagai pelajaran berharga tentang arti kesetiaan dan pengabdian.
“Kita semua pada akhirnya akan dipanggil, namun yang membedakan adalah jejak kebaikan dan ketulusan yang kita tinggalkan. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan serta ketabahan menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.
(Pendim 1425/Jeneponto)
