Aliefmedia.co.id – Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza terpaksa ditutup setelah menjadi sasaran serangan intensif oleh pasukan Israel sejak Minggu 18 Mei 2025 waktu setempat. Serangan brutal yang berlangsung selama 24 jam ini menyebabkan ratusan korban jiwa dan luka-luka.
Dilansir Al Jazeera, serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia dilakukan meng gunakan pesawat nirawak (drone), disertai dengan operasi militer darat di wilayah utara dan selatan Gaza yang terus dibombardir.
Pejabat kesehatan setempat melaporkan bahwa pertempuran sengit dan penge pungan militer Israel di sekitar rumah sakit membuat fasilitas medis utama di wilayah utara Gaza itu tak lagi bisa beroperasi.
“Ada serangan langsung ke rumah sakit, termasuk ke unit perawatan intensif,” ujar Direktur Rumah Sakit Indonesia, Dr. Marwan al-Sultan. Ia menambahkan, situasi yang sangat berbahaya membuat warga sipil tak bisa lagi mengakses rumah sakit, yang saat ini hanya dihuni sekitar 30 pasien dan 15 tenaga medis.
Kementerian Kesehatan Gaza turut mengonfirmasi bahwa pasukan Israel mengepung fasilitas medis di Beit Lahiya, menciptakan kondisi panik di antara pasien dan staf medis yang terperangkap.
Tidak hanya RS Indonesia, serangan Israel juga menyasar rumah sakit lain. Awal pekan ini, dua rumah sakit di Khan Younis menjadi target serangan.
Sembilan rudal menghantam halaman Rumah Sakit Eropa Gaza, menewaskan sedikitnya 16 orang. Serangan di Kompleks Medis Nasser juga menyebab kan dua orang tewas, termasuk seorang jurnalis yang sedang bertugas.
Selain serangan langsung, sistem kesehatan di Gaza kini berada di ambang kehancuran total akibat blokade ketat oleh Israel. Pasukan Zionis terus meng halangi masuknya bantuan medis dan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, termasuk bahan bakar, makanan, dan air bersih (sdn)
