Oplus_2
Aliefmedia.co.id, Jeneponto – Bupati Jeneponto H.Paris Yasir resmi membuka kegiatan Lokakarya Awal Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana yang di selenggarakan oleh Badan Penanggu langan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Binamu Bontosung gu Jeneponto,Kamis 23 April 2025.
Lokakarya tersebut dihadiri oleh Bupati Jeneponto H.Paris Yasir,SE.MM,Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto Andi Patappoi,SE, Kepala Dinas Sosial Jeneponto HM.Nasuhang, SE, Para Camat yang sempat hadir dan OPD lainnya serta Tagana Jeneponto.
Ketua panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan bahwa Kami dari badan penanggulangan bencana kabupaten Jeneponto terdiri dari tiga bidang yaitu bidang 1 penjagaan dan kesiap siagaan, bidang 2 kedaulatan dan logistik dan bidang ke 3 bidang kedaruratan dan rekonstruksi.
Menurutnya bahwa di tahun ini, Alhamdulillah kami juga melaksanakan penyusunan dokumen kajian resiko bencana.
Selain itu , bagian dari standar minimum bencana kami menyadari sepenuhnya bahwa wilayah kabupaten Jeneponto memiliki potensi ancaman bencana yang beragam dimana ada musim penghujan kita mengalami bencana seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor. Adapun di musim kemarau kita menghadapi bencana kekeringan.
Dokumen kajian resiko bencana ini kedepannya diharapkan akan menjadi dokumen perencanaan penanggulangan bencana di kabupaten Jeneponto. Selain itu proses penyusunan kolaborasi sinergitas dengan berbagai pihak
Hal ini dilihat kegiatannya hanya kumpul- kumpul tapi kalau esensinya, dasarnya orang yang mengeluarkan sk ini harus melalui hasil kajian.
Tentu saja kabupaten Jeneponto merupakan wilayah yang memiliki resiko bencana yang cukup besar karena di daerah kita ini ada 3 wilayah, ada wilayah dataran rendah, ada pesisir dan dataran tinggi.
Dengan kondisi wilayah ini harus dilakukan kajian resiko bencana yang tidak mudah dibuat harus melibatkan lembaga untuk mengkaji dan hari ini sudah bersyukur karena harusnya ini dilakukan dari jauh-jauh hari bukan sekarang.
Namun kita bersyukur karena pelaksa naan BPBD kabupaten Jeneponto telah berinisiatif berinisiasi untuk melakukan kajian ini karena kajian ini merupakan satu prasyarat kabupaten dalam penanganan bencana, tentu dilakukan dengan sebaik-baiknya jangan ada yang terlewatkan.

Sementara itu,Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jeneponto Andi Patappoi,SE, dalam sambutannya mengatakan bahwa Ini kalau dilihat kegiatannya hanya kumpul-kumpul tapi kalau esensinya, dasarnya orang yang mengeluarkan SK ini harus melalui hasil kajian.
Tentu kabupaten Jeneponto adalah wilayah yang memiliki resiko bencana yang cukup besar karena di daerah kita ini ada 3 wilayah, ada wilayah dataran rendah, ada pesisir dan dataran tinggi.
Dengan kondisi wilayah kita ini harus dilakukan kajian resiko bencana yang tidak mudah dibuat harus melibatkan lembaga untuk mengkaji dan hari ini sudah bersyukur karena harusnya ini dilakukan dari jauh-jauh hari bukan sekarang.
Namun kita bersyukur karena pelaksa naan BPBD kabupaten Jeneponto telah berinisiatif berinisiasi untuk melakukan kajian ini karena kajian ini merupakan satu prasyarat kabupaten dalam penanganan bencana, tentu dilakukan dengan sebaik-baiknya jangan ada yang terlewatkan.
Bupati Jeneponto H.Paris Yasir dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan lokakarya ini. Bupati Jeneponto juga akan menyebut kan pentingnya kegiatan ini bagi daerah.
Tidak hanya itu, Bupati Jeneponto juga menekankan pentingnya penyusunan dokumen kajian risiko bencana sebagai langkah proaktif dalam mengurangi risiko bencana dan melindungi masyarakat.

Ia mungkin akan menyinggung data statistik bencana di daerah tersebut dan dampaknya terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya bahwa tujuan utama lokakarya, yaitu untuk memulai proses penyusunan dokumen kajian risiko bencana yang komprehensif dan akurat.
Selain itu , juga menjelaskan manfaat dari dokumen tersebut, seperti perencanaan mitigasi yang lebih efektif, pengalokasian sumber daya yang tepat, dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Bupati Jeneponto berharap agar para peserta lokakarya dapat berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi yang berharga dalam proses penyusunan dokumen.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum.
Bupati pun menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung sepenuhnya proses penyusunan dokumen kajian risiko bencana, baik dari segi anggaran, sumber daya manusia, maupun fasilitas.
Diakhir sambutannya menaruh harapan agar lokakarya berjalan lancar dan menghasilkan dokumen kajian risiko bencana yang berkualitas, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan dan tindakan untuk mengurangi risiko bencana di daerah tersebut.
(Tim Liputan AMN)

