JENEPONTO, AMN – Beredar Video dan viral, informasi yang terjadi di Bangkala Barat dan Kelara yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Saya Asming, ketua KPU Kabupaten Jeneponto menyampaikan kepada seluruh masyarakat kabupaten Jeneponto agar tetap berkomitmen mengawal proses pelaksanaan pilkada serentak tahun 2024 dengan aman, kondusif dan lancar.
Mengenai hal-hal yang berkaitan dengan informasi yang sedang viral di berbagai media sosial, kami menyampaikan bahwa berkaitan dengan hal-hal tersebut, telah kami lakukan klarifikasi informasi kepada petugas kami di tingkat bawah dalam hal ini PPK dan KPPS.
Pertama berkaitan dengan video viral di Bangkala Barat dapat kami klarifikasi bahwa prosesnya kami sampaikan sudah benar di dampingi oleh menantu dari pemilih yang bersangkutan atas nama Basse Dg Jinne.
Adapun hal-hal yang kemudian terjadi dokumentasi berupa video juga kami melakukan penelusuran terkait siapa oknum yang kemudian melakukan dokumentasi berupa video.
Informasi yang viral berkaitan dengan dugaan salah satu TPS di kecamatan kelara yakni di TPS 2 berkaitan dengan dugaan adanya anggota KPPS yang kemudian sebagaimana yang beredar di luar sana, dugaan penggelembungan suara dengan mencoblos 118 surat suara.
“kami klarifikasi bahwa tidak benar, dan boleh di croscek melalui saksi masing-masing pasangan calon dan pengawas TPS,” jelas Asming.
“Berikutnya dapat kami sampaikan kepada seluruh masyarakat kabupaten Jeneponto termasuk masing-masing bagian dari tim pasangan calon yang ada, manakala menemukan ada indikasi dugaan pelanggaran, kami menghimbau dan menyarankan agar tetap melakukan proses pelaporan secara resmi kepada instansi yang berwenang dalam hal ini badan pengawas pemilu tanpa menghentikan proses rekapitulasi di tingkat PPK,” ujarnya.
Harapan kami, tetap menagih komitmen seluruh masyarakat kabupaten Jeneponto untuk sama-sama mengawal proses demokrasi pilkada di kabupaten Jeneponto sampai tuntas seperti yang kita bangun sejak awal tetap berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan damai.
“Kami tetap berpegang teguh untuk menjalankan proses pilkada ini dengan penuh amanah dan tetap berintegritas,” ujarnya.
Hal-hal mengenai seperti yang kita sampai kan tadi agar tidak membuat video-video viral kemudian menyebarkan informasi-informasi sepenggal sehingga dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Sebaiknya melakukan proses pelaporan kepada instansi secara resmi yang berwenang dalam hal ini untuk di kaji dan di tindaklanjuti sesuai ketentuan yang ada di badan pengawas pemilu.
Saya Ketua Bawaslu Kabupaten Jeneponto mengharapkan bahwa proses pilkada serentak di kabupaten jeneponto ini baik dari para pendukung paslon tetap sabar menahan diri dalam rangka proses penyelenggaraannya.
Karena saat ini proses penyelenggaraan di awasi berjam-jam, oleh karena itu berkaitan dengan polemik yang ada, maka kami mengharapkan bahwa untuk tetap bersabar menunggu proses rekapitulasi yang di lakukan.
Kalaupun misalnya proses ini ada hal-hal yang juga bisa berpotensi pelanggaran, tentu kami di bawaslu memproses tahapan rekapitulasi ini untuk melakukan pelaporan untuk menunggu waktunya 1×24 jam, sehingga masyarakat yang juga ada laporan.
Kami di bawaslu akan melakukan kajian terkait dengan proses keterpenuhan untuk melakukan penanganan , sehingga sekali lagi kami sampaikan bahwa semua elemen masyarakat tetap sabar menunggu hasil verifikasi.
Oleh karena itu, kita semua berharap agar pilkada ini harus berjalan dengan lancar, aman, kondusif, dan terkendali. (AMN)
