oppo_35

Aliefmedia.co.id.Jeneponto – Bupati Jeneponto H.Paris Yasir, dalam naskah pidato seragamnya ,mengajak seluruh Masyarakat untuk kembali bersatu membangun Jeneponto yang lebih baik dan bahagia.Senin 31 Maret 2025 diMasjid Nurul Yaqin Buntulu desa Kampala kecamatan Arungkeke kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan

Dalam pidatonya yang dibacakan oleh pemdes Kampala Rustam Lili, selengkapnya,

” Hari ini, kita menyatukan diri sebagai ummat Islam, merayakan hari kemenangan, meng gapai kesucian lahir dan bathin, setelah sebulan lamanya menjalankan kewajiban rangkaian ibadah Puasa dan amaliyah lainnya.

Kita memuji kebesaran Allah, dengan mengagungkan Asma Allah, menggemakan Takbir, Tahmid dan Tahlil.

Menurutnya bahwa Ramadhan kini telah berlalu, namun kita bertekad nilai latihan dan semangatnya tetap menyatu dalam urat nadi setiap insan, dengan harapan nilai Ramadhan ini semakin mengangkat derajat ketaqwaan, serta ukhuwah Islamiyah.

Dan kita berdoa semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan-Ramadhan selanjutnya.

Kita memuji kebesaran Allah, dengan mengagungkan Asma Allah, menggemakan Takbir, Tahmid dan Tahlil.

21 Ramadhan yang lalu adalah momentum yang bersejarah bagi Masyarakat Jeneponto. Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto periode 2025-2030.

Pelantikan ini bukan hanya tentang Kami, Paris Yasir dan Islam Iskandar, tetapi tentang gigihnya perjuangan, kesabaran Masyarakat Jeneponto.

Menurut H.Paris bahwa,” Kesabaran yang akan menjadi penolong, Ketenangan yang akan menuntun arah karena takdir akan mencari jalannya sendiri. “

Pelantikan ini adalah awal dari perjalanan kami, untuk membangun Jeneponto yang lebih maju, adil dan sejahtera dalam bingkai Visi Jeneponto Bahagia (Berkelanjutan, Tangguh, Berdaya saing, Religius, Inklusif dan Melaju).

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat, aparat penegak hukum dan para penyelenggara, sehingga pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah telah berjalan dengan lancar dan sukses, walaupun penuh dengan dinamika, namun itulah konsekuensi logis dari perjalanan sebuah demokrasi.

Karena itu kata H.Paris, Permohanan maaf yang sebesar besarnyapun kami mohonkan kepada seluruh lapisan Masyarakat dan segenap pihak yang terlibat dalam perhelatan demokrasi ini.

Tindakan dan perkataan yang saling bersinggungan dan melukai perasaan, melalui momentum hari fitri ini, semua Kembali bersih dan bersatu padu merajut asa dan Langkah konkrit menuju jalan kebahagiaan.

Pesta demokrasi telah berlalu. Perbedaan yang ada, ibarat warna pelangi kini telah sirna. Mari kita tinggalkan perbedaan dan fokus pada tujuan.

Saatnya kita menempuh jalan bahagia, untuk membangun daerah ini, tanah tempat kita berpijak, tempat kita menghirup udara segar, bersatu dalam genggaman tangan yang saling menguatkan.

Program 99 hari kerja, menjadi momentum untuk memulai ikhtiar Ikhlas kami ke depan. Kami ingin mendekatkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Mengatasi berbagai permasalahan sosial,

Seperti penanganan dan pengelolaan sampah, dimana saat ini merupakan tanggungjawab seluruh lapisan Masyarakat dan pemerintah daerah hadir untuk memfasilitasi dan mengelolanya dengan baik, untuk melakukannya diperlukan kesadaran secara menyeluruh dan kolaborasi yang efektif.

Kamipun dalam program 99 hari kerja ini akan menargetkan pengadaan armada pemadam kebakaran sebanyak 5 unit, yang akan kami sebar disetiap daerah pemilihan dan bersifat multifungsi untuk memberikan dan mendekat kan pelayanan kepada Masyarakat.

Intervensi proaktif dan responsif pada pertanian, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemerintahan melalui perubahan mindset secara utuh, dan menciptakan budaya kerja menuju kebahagiaan.

Untuk itu, kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga generasi muda, mari Bersatu padu, saling berangkulan, tak bersekat membangun daerah yang kita cintai ini, dengan dilandasi semangat persaudaraan dan kearifan lokal a’bulo sibatang accera sitongka tongka, sipakatau, sipakala’biri, budaya siri na pacce.

Akhirnya selaku pribadi H.Paris Yasir, atas nama keluarga dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto, kami mengucap kan Selamat Hari Raya ledul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah, dan dengan segala kerendahan hati memohon Maaf Lahir dan Bathin kepada seluruh warga masyarakat Jeneponto.

Pada kesempatan inipun kami menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Wakil Bupati, Islam Iskandar yang pada idul fitri kali ini tidak member samai kita di bumi turatea ini karena sedang melaksanakan ibadah Umrah.

Semoga ibadah, sujud dan Do’a beliau dapat diijabah oleh ALLAH SWT untuk mewujudkan Jeneponto Bahagia. Amiin Amiin Yaa Robbal Alamiin. Minal Aidin Wel Faidzin. Mohon Maaf lahir dan bathin..

Bertindak selaku Khotib ustadz .Muh.Alwi Dalam paparan khotbahnya menekankan kebersamaan,saling mengingatkan dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Selaku imam yang memimpin sholat idul Fitri imam Masjid Nurul Yaqin Buntulu desa Kampala kecamatan Arungkeke kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Ustad.Abd.Rahman Syam,S.Pd.I

Laporan : Ahmad Yani AMN

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *