JENEPONTO, Aliefmedia.co.id – Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, Kordinator wilayah (Korwil) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Batang bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Batang hari ini telah menyalurkan bantuan kepada warga yang menjadi korban musibah kebakaran di Kelurahan Togo-Togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Jumat (30/10/2026).

Suwardi,SPd,M.Pd kepada redaksi Aliefmedia Nasional melalui pesan WhatsApp nya mengatakan bahwa Penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar dunia pendidikan Kecamatan Batang terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Menurutnya bahwa Bantuan solidaritas ini dihimpun melalui gerakan kemanusiaan bertajuk “1 Gelas Beras per Siswa dan ½ Liter Beras per Guru”, yang melibatkan partisipasi para peserta didik dan guru di wilayah Kecamatan Batang.
Ketua PGRI Kecamatan Batang Suwardi yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Batang menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian insan pendidikan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana kebakaran.
“Ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud nyata kebersamaan keluarga besar pendidikan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah,” tutur Suwardi
Menurutnya, gerakan sederhana yang melibatkan guru dan peserta didik ini mengandung nilai pendidikan kemanusiaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban para korban kebakaran dalam menghadapi kondisi sulit yang mereka alami.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat tumbuh melalui kebersamaan dan keikhlasan untuk saling membantu.
PGRI Kecamatan Batang berharap agar para korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini, serta dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan seperti sediakala.
Penulis: Aswandi Karim AMN


