JENEPONTO, Aliefmedia.co.id – Balai Besar Pertanian Makassar melaksanakan Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) wilayah Kabupaten Jeneponto Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Panrannuanta, Kantor Bupati Jeneponto, Rabu (9/9/2026).
Rakor ini menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi dan konsolidasi seluruh pihak terkait dalam mendukung pelaksanaan program optimasi lahan pertanian di Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan dihadiri Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, perwakilan Polres Jeneponto, Kepala Balai Besar Pertanian Makassar, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), para ketua kelompok tani, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai pelaksanaan teknis kegiatan Optimasi Lahan Tahun Anggaran 2026.
Materi disampaikan sebagai bagian dari upaya menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman para pelaksana di lapangan, khususnya para penyuluh dan kelompok tani.
Salah satu pemateri, M. Syahran Rauf, dalam pemaparannya menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan program, termasuk pentingnya koordinasi antara pemerintah, pendamping, penyuluh dan kelompok tani agar kegiatan dapat berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani.
Rakor juga diisi dengan sesi tanya jawab. Para ketua kelompok tani dan PPL diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, masukan maupun kendala yang dihadapi di lapangan.
Sesi tersebut berlangsung interaktif dan menjadi ruang untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan teknis dalam pelaksanaan kegiatan Optimasi Lahan.
Melalui kegiatan koordinasi dan konsolidasi ini, diharapkan pelaksanaan Optimasi Lahan di Kabupaten Jeneponto Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan secara efektif, transparan dan tepat sasaran.
Sinergi antara pemerintah daerah, Balai Besar Pertanian Makassar, TNI-Polri, Kejaksaan, jajaran pertanian, penyuluh serta kelompok tani diharapkan semakin kuat sehingga program tersebut mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jeneponto. (AMN)


