Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Rangkaian upacara militer mengiringi kepulangan Almarhum Prada Muh. Rifai, anggota Yon TP TP 920/Lasalaga Brigif 11/Badik Sakti, ke tempat peristirahatan terakhir di tanah kelahirannya.
Prosesi penghormatan diawali dengan upacara persemayaman di rumah duka Almarhum Prada Muh. Rifai di Desa Paitana, kemudian dilanjutkan dengan upacara pemakaman militer di Tempat Pemakaman Keluarga (TPK) Desa Langkura, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto.

Kasdim 1425/Jeneponto Mayor Inf Ramli Hamanja bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam rangkaian upacara persemayaman dan pemakaman militer yang berlangsung khidmat, Minggu, 2/8/2026.
Prosesi berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wadanyon TP TP 920/Lasalaga, Danramil 1425-03/Tamalatea, Pasi Pers Kodim 1425/Jeneponto Kapten Inf Paisal, Wadanramil 1425-02/Bangkala Kapten Inf Ahmad Tompo, prajurit Kodim 1425/Jeneponto, personel Yon TP TP 920/Lasalaga Brigif 11/Badik Sakti, keluarga besar almarhum, serta masyarakat yang turut mengantarkan kepergian almarhum dengan iringan doa.
Pada amanatnya, Mayor Inf Ramli Hamanja menyampaikan bahwa setiap kepergian adalah pengingat bagi yang masih hidup untuk lebih menghargai waktu, menjaga amanah, dan memperbanyak kebaikan.
Menurutnya, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan perjalanan hidup akan berakhir, sehingga setiap kesempatan yang diberikan hendaknya diisi dengan pengabdian, kepedulian, dan manfaat bagi sesama.
Kasdim juga mengajak seluruh prajurit agar terus mempererat rasa persaudaraan, saling menjaga, dan tidak pernah mengabaikan hal-hal kecil yang berkaitan dengan keselamatan, baik saat menjalankan tugas maupun ketika berada di tengah keluarga dan masyarakat.
Kebersamaan, katanya, bukan hanya terlihat saat bertugas, tetapi juga ketika saling mengingatkan untuk menjaga diri.
Di penghujung upacara, Kasdim mengajak seluruh hadirin mengirimkan doa terbaik untuk Almarhum Prada Muh. Rifai seraya berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Dengan iringan penghormatan militer dan doa yang mengalun, prosesi pemakaman menjadi penutup perjalanan seorang prajurit yang telah menunaikan tugas pengabdiannya.
(Pendim 1425/Jeneponto)


