Jeneponto, Aliefmedia.co.id – Upaya pemerintah daerah dalam menekan kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir mulai menunjukkan hasil melalui pengembangan budidaya rumput laut.
Dalam dua tahun terakhir, sektor ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di sejumlah wilayah pesisir. Namun, di balik potensi tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi.
Salah satunya adalah ketersediaan bibit berkualitas yang belum merata di setiap daerah, padahal kondisi perairan yang berbeda menuntut jenis bibit yang spesifik.
Selain itu, persoalan izin penggunaan ruang laut juga menjadi tantangan serius. Banyak pembudidaya yang belum memiliki izin resmi, sehingga rentan terdampak apabila terjadi proyek nasional yang mengharuskan relokasi area budidaya tanpa adanya kompensasi.
Di sisi lain, sistem pendataan nelayan dan pembudidaya dinilai masih perlu diperbaiki. Selama ini, belum adanya database yang akurat berpotensi menyebabkan penyaluran bantuan tidak merata, bahkan berulang kepada penerima yang sama.
Dinas Kelautan dan Perikanan mengakui bahwa perbaikan administrasi dan pendataan menjadi prioritas ke depan, selain terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui penyuluh lapangan.
Faktor iklim juga masih menjadi tantangan yang belum dapat dikendalikan sepenuhnya, sehingga diperlukan dukungan teknologi untuk meningkatkan ketahanan budidaya.
Pemerintah daerah pun mulai membuka peluang investasi guna mendorong modernisasi sektor ini.
Diharapkan, masuknya investor dapat membawa teknologi baru yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Meski demikian, keberhasilan program ini tetap bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada.
Hal tersebut diatas disampaikan oleh Mansyur Rahman, sekertaris Dinas Perikanan dan Kelautan Jeneponto, saat ditemui redaksi Alief media Nasional diruang kerjanya pada Rabu 15 April 2026 pukul 08.35 wita.
Pewarta : Ahmad Yani AMN
