JENEPONTO,. Aliefmedia.co.id – Menjelang masa purna bakti, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Arungkeke, H. Sulaiman, S.E., M.M, mengenang perjalanan panjang pengabdiannya di dunia pendidikan yang telah dimulai sejak tahun 1988.

Dalam wawancara yang berlangsung hangat dan penuh haru, ia membagikan kisah, capaian, serta harapannya untuk masa depan pendidikan, Selasa (31/3/2026).

H. Sulaiman mengawali kariernya sebagai tenaga pendidik di SMP Negeri 1 Poko-Bulo pada Desember 1988, dan mengabdi selama kurang lebih 10 tahun. Setelah itu, ia dimutasi ke SMP Negeri 1 Batang yang kemudian berubah menjadi SMP Negeri 1 Arungkeke pada tahun 2001. Di sekolah tersebut, ia mengabdikan diri hingga tahun 2012.

“Alhamdulillah, selama di sana hubungan dengan rekan guru sangat baik, begitu juga dengan siswa yang aktif dan memiliki semangat belajar tinggi,” kenangnya.

Pada Juli 2012, ia mendapat amanah baru untuk mengembangkan SMP Negeri Satap 8 Bontang. Setahun kemudian, tepatnya 2013, ia dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, lalu diangkat sebagai kepala sekolah definitif. Di tahun yang sama, ia kembali dimutasi ke SMP Negeri 3 Satap Rumbia hingga 2017.

Selama memimpin di Rumbia, H. Sulaiman mengaku bangga atas perkembangan pesat yang ditunjukkan para siswa dan solidnya kerja sama antar guru.

“Anak-anak mengalami perkembangan luar biasa, semangat belajar meningkat, dan hubungan antar tenaga pendidik sangat harmonis,” ujarnya.

Perjalanan pengabdiannya berlanjut ke SMP Negeri 3 Tarowang pada tahun 2018, meski hanya berlangsung hingga Desember tahun yang sama. Selanjutnya, sejak Januari 2019, ia dipercaya memimpin SMP Negeri 2 Arungkeke hingga sekarang.

Di sekolah terakhir yang dipimpinnya, H. Sulaiman bersama para guru berhasil meningkatkan jumlah siswa hingga mencapai sembilan ruang belajar. Namun, tantangan besar datang pada tahun 2020 saat pandemi COVID-19 melanda.

“Pandemi sangat berdampak pada proses belajar mengajar. Jumlah siswa menurun drastis karena pembelajaran tidak berjalan efektif. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” ungkapnya.

Kini, tepat pada 31 Maret 2026, ia menyampaikan bahwa dirinya akan resmi memasuki masa purna bakti. Dengan nada haru, ia mengaku sulit berpisah dengan rekan-rekan guru dan lingkungan sekolah yang telah menjadi bagian dari hidupnya.

“Saya sangat sulit mengucapkan selamat tinggal. Kebersamaan, kerja sama, dan kebaikan teman-teman membuat saya berat untuk meninggalkan semua ini,” tuturnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mendukung dunia pendidikan. Ia mengaku sangat terbuka dan senang menjalin silaturahmi dengan para jurnalis.

“Saya sangat menyukai jika teman-teman pers datang bersilaturahmi. Jika selama ini ada kata atau sikap yang kurang berkenan, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya tulus.

Meski mengaku tidak pernah menerima penghargaan resmi, H. Sulaiman menyebut pernah mendapatkan apresiasi dari masyarakat atas kontribusinya dalam pembinaan calon jemaah haji.

Di akhir wawancara, ia menitipkan harapan besar kepada penggantinya agar dapat melanjutkan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjaga hubungan baik dengan media.

“Saya berharap kepala sekolah yang baru bisa lebih baik ke depan. Terus bangun komunikasi dengan insan pers, karena peran mereka sangat penting dalam kemajuan pendidikan,” pesannya.

Ia juga menyampaikan doa dan harapan kepada seluruh jurnalis agar tetap sehat dan terus menjalin kemitraan yang baik demi masa depan generasi bangsa.

Perjalanan panjang H. Sulaiman menjadi bukti dedikasi tanpa henti seorang pendidik, yang tidak hanya membangun sekolah, tetapi juga membangun harapan dan masa depan anak-anak negeri.

(Redaksi AMN)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *