Oleh: Maskur,S. Ag, MH, CACG
(Sekretaris Daerah Kab. Jeneponto)
Dakwah dalam Islam sejatinya tidak hanya terbatas pada mimbar masjid atau majelis taklim semata. Dakwah merupa kan proses menyampaikan nilai-nilai kebaikan, membangun kesadaran moral, serta menuntun masyarakat menuju kehidupan yang lebih bermartabat.
Dalam perkembangan zaman yang semakin modern dan terbuka, dakwah dituntut untuk mampu mengikuti dinamika masyarakat yang terus berubah.
Karena itu, ruang dakwah tidak lagi hanya berada di dalam masjid, tetapi harus hadir di berbagai ruang kehidupan, termasuk melalui media online, media cetak, televisi, radio, serta berbagai platform komunikasi digital.
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh pengetahuan dan informasi. Jika pada masa lalu masyarakat lebih banyak menerima pesan-pesan dakwah melalui ceramah langsung di masjid atau pengajian, maka pada era digital saat ini masyarakat dapat memperoleh pesan tersebut melalui berbagai media komunikasi yang lebih luas dan cepat.
Oleh karena itu, dakwah harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar pesan-pesan kebaikan tetap sampai kepada masyarakat.
Media massa memiliki kekuatan besar dalam membentuk cara berpikir dan perilaku masyarakat.
Tulisan-tulisan inspiratif di surat kabar, artikel opini di media online, program dakwah di televisi, siaran radio keagamaan, hingga konten-konten edukatif di media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Jika media dimanfaatkan dengan baik, maka ia dapat menjadi jembatan yang menghubungkan ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi, masyarakat membutuhkan pesan-pesan yang menyejukkan dan membangun kesadaran spiritual.
Dakwah melalui berbagai media menjadi sangat penting untuk menjaga keseim bangan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai moral dan spiritual.
Dakwah yang hadir melalui media bukan hanya berbentuk ceramah keagamaan, tetapi juga dapat diwujud kan dalam tulisan yang mencerahkan, dialog publik yang edukatif, film atau tayangan inspiratif, serta berbagai program yang menanam kan nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
Di daerah seperti Jeneponto, dakwah melalui media juga memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Media lokal dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat persatuan, serta menanam kan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan menyejukkan.
Ketika dakwah hadir di ruang publik melalui berbagai media, maka masyarakat yang mungkin tidak selalu memiliki kesempatan hadir di masjid tetap dapat merasakan manfaat dari pesan-pesan kebaikan tersebut.
Karena itu, dakwah pada era modern harus dipahami sebagai gerakan moral dan sosial yang luas.
Dakwah harus hadir di sekolah, di lingkungan masyarakat, di kantor pemerintahan, serta di berbagai media komunikasi yang digunakan oleh masyarakat.
Dengan demikian, dakwah tidak hanya menjadi aktivitas seremonial, tetapi benar-benar menjadi kekuatan moral yang mampu membentuk karakter masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Melalui pemanfaatan berbagai media secara bijak dan kreatif, dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberikan pengaruh yang positif bagi kehidupan masyarakat.
Dakwah yang hadir di media online, media cetak, televisi, radio, dan berbagai platform digital lainnya akan menjadi kekuatan besar dalam membangun peradaban masyarakat yang lebih beradab, damai, dan penuh nilai-nilai kebaikan.
Dengan semangat tersebut, dakwah diharapkan mampu menjadi cahaya yang menerangi kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi fondasi moral bagi kemajuan daerah dan bangsa.
