Oleh. Abd.Rahmansyam

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه Marilah kita selalu berusaha mening katkan iman dan ketaqwaan kepada allah SWT, dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Dengan harapan kita menjadi hamba Allah yang beruntung di dunia dan akhirat

Kondisi kehidupan yang senantiasa terus silih bergati antara suka dan duka, sedih dan gembira, tangis dan canda tawa, pahala dan dosa, ta’at dan makshiyat, sakit dan sehat, ada dan tiada. Kita harus tetap semangat menghadapi kenyataan yang menjadi keniscayaan.

Dengan semangat berusaha meraih harapan, hati dan fikiran harus diupayakan tetap dalam kondisi tenang. Tenang karena tidak diliputi oleh rintangan problematika kehidupan yang menghijab seorang hamba dari penghambaan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Sehingga beraktifitas, bekerjapun harus selalu diniatkan memenuhi kwajiban ikhtiyar dan mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shllallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ طَلَبَ الدُّنيا حَلَالًا ، اسْتِعْفَافًا عَنِ الْمَسْأَلَةِ ، وَسَعْيًا عَلَى أَهْلِهِ وَتَعَطَّفًا عَلَى جَارِهِ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَمَنْ طَلَبَ الدُّنيا حَلَالًا مُكَاثِرًا لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ

“Barangsiapa mencari kehidupan dunia dengan jalan halal, karena niat menjaga kehormatannya dari suatu masalah, dan niat usaha menafkahi keluarganya, menyantuni tetangganya yang kekurangan, maka kelak ia akan datang di hari kiamat dengan wajah bagaikan bulan di malam purnama.

 Dan barangsiapa mencari dunia dengan jalan halal, namun karena niat menumpuk- numpuknya, maka kelak ia akan bertemu dengan Allah dengan kondisi dibenci oleh-Nya.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan bagi orang yang bekerja, yaitu agar ia meniatkan diri untuk mencari rezeki yang halal.

Meski demikian, kita harus memperbaiki niat bahwa kerjanya juga untuk menjaga kehormatan diri dan agamanya, menaf kahi keluarga dari hasil kerja yang baik, serta tidak lupa untuk berderma pada sesama jika pendapatan berlebih.

Bagi Islam, segala macam pekerjaan dan usaha yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam adalah terpuji. Dalam satu hadis disebutkan bahwa:

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ عَبْدَهُ إِذَا عَمِلَ أَتْقَنَ فِي عَمَلِهِ

Sesungguhnya Allah mencintai hamba nya yang profesional dalam pekerjaanya.

Etos kerja yang dilandasi visi dapat mengarahkan gerakan ekonomi rakyat pada satu tujuan, yaitu kemakmuran yang dinikmati oleh secara merata.

Jadi pada hakikatnya, nikmat dan musibah, semua itu adalah ujian. Karena itulah, apapun dan bagaimanapun yang terjadi di hari-hari kehidupan kita ini, jangan sampai kita lupa kepada Tuhan semesta alam, Allah SWT. Allah subhanahu wata’ala juga mengisahkan tentang Nabi Dawud ‘alaihi al-salam, dengan firman-Nya:

وَعَلَّمْنْهُ صَنْعَةَ لَبُوْسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنتُمْ

شَاكِرُونَ

“Dan Kami ajarkan (pula) kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperangan. Sudahkah kamu bersyukur (kepada Allah)?”

Gambaran dari kisah ini, menjadi penjelas bagi kita, bahwa hendaknya kita semangat berburu rezeki yang halal, menyelamatkan, yang membawa manfaat, untuk diri, keluarga, dan masyarakat.

Ayat-ayat ini menyadarkan kita bahwa kenyataan apapun, cobaan apapun dalam hidup, semestinya kita jadikan pendorong untuk meningkatkan kualitas pribadi kita dan untuk menjadikan hidup kita lebih bermanfaat, bermartau bat dan bermakna.

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَيْزِيْنَ الْآمِنِينَ وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِي زُمْرَةِ الصَّالِحِيْنِ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Semoga bermanfaat buat kita semua, amin.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *