Aliefmedia. Co. Id, Jeneponto – Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto melaksanakan kegiatan Revitalisasi Kelompok Tani Tahun Anggaran 2025 berlangsung di pelataran rumah Kios Pupuk Subsidi Al Fikri Dusun Buntulu Desa Kampala Kecamatan Arungkeke Kabupaten Jeneponto, Selasa .21 Oktober 2025

Dalam acara tersebut hadir Kabid Penyuluhan Pertanian, Kordinator Kecamatan Arungkeke beserta stafnya, Para Penyuluh dan Ketua – Ketua Kelompok sebanyak 30 Koptan.

Salah seorang penyuluh dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Perbaiki data, administrasi, bahkan kedepannya dinas itu seperti diwajibkan oleh kelompok ada tandanya jikalau kelompok tani ini dari Buntulu.

Adapun struktur organisasi juga dibutuhkan, karena selama prabowo ini bagaimana bisa mendukung swasembada pangan kalau petani yang ada tidak diperbaiki apa-apa yang dibutuhkan seperti, bagaimana cara pemupukan yang baik. Seperti di kampala itu pupuk hitam yang dibutuhkan tapi tidak di subsidi.

Masalah administrasi itu ,seperti buku data kelompok, di tandatangani oleh PPL, itu semua yang harus di perbaiki kedepannya.

Masalah anggota kelompok, jika masih ada yang kurang dari 20 diupayakan antara 20 – 25. Orang per satu kelompok.

Masalah orang yang meninggal, tolong kita lapor jika ada anggota yang sudah meninggal supaya PPL bisa menandai, menghapus, atau diganti sama keluarganya yang masih ada, tapi kartu keluarga harus di ganti terlebih dahulu.

Sementara Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto , Ramis. SP., M.A.P Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto memberikan pemahaman kepada peserta tentang arti Revitalisasi kelompok tani .

Menurut Ramis bahwa revitalisasi itu adalah penataan ulang kelompok tani yang ada. Karena saya lihat berdasarkan data yang ada itu ada 12 orang anggotanya, ada juga yang lebih 25.

Berdasarkan aturan yang ada, kelompok tani itu sebaiknya 20-25 anggota. Jadi kelompok tani yang ada ini yang tidak cukup 20 harus di tambah lagi dan yang lebih itu di kurangi.

” Inilah yang akan kita tata, siapa yang akan menjadi ketua. Dan tidak boleh menjadi ketua dari pegawai negri sipil (ASN) seperti TNI,Polri,ASN,Kepala Desa dan Aparat Kepala Desa,”

Bahwa berdasarkan laporan penyuluh , ada ketua kelompok sudah pegawai, nah itu digantikan oleh anggotanya, tapi dia jadi anggota kembali.

Siapa juga yang tidak bisa jadi ketua yaitu TNI dan Polri dengan aparat desa dan seksi-seksinya ke bawah tapi kalau kepala dusunnya masih boleh.

Jadi ada juga kelompok yang sudah meninggal ketuanya , itu yang mau kita benahi. Ada juga anggota yang sudah pindah atau mungkin dia sudah cari nafkah ditempat lain sudah bertahun-tahun tidak kembali itu juga kita akan ganti atau kasi keluar namanya sehingga kelompok tani yang ada ini betul-betul kelompok tani.

Lalu kemudian yang perlu kita tata adalah setiap penyuluh harusnya di setiap kelompok itu punya sekretariat masing-masing.

Lalu apa yang kita butuhkan untuk di tata yaitu buku administrasi, nanti dibimbing oleh penyuluhnya terkait masalah kesediaan buku administrasi kelompok minimal 5 buku yang harus dipersiapkan.

Disisi lain , pemilik Kios Pupuk Saharuddin Dg Lara dalam ulasannya terkait dengan anggota Kelompok Tani yang masih ada jatah pupuknya namun belum semuanya dia ambil, kami berikan kesempatan tinggal bulan Desember.

Menurutnya bahwa ini juga jadi penilaian kalau ada yang tidak menebus pupuknya, tolong di tebus jika masih ada sisanya, kalau tidak bisa di tebus berikan ke keluarga yang membutuhkan.

Saharuddin Dg Lara juga menambahkan bahwa Harga pupuk subsidi saat ini sudah turun dari harga sebelumnya. Harga pupuk sekarang itu turun dari pupuk urea turun menjadi 112.500,-

Penulis: Aswandi Karim AMN
Editor : Redaksi AMN

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *