Takalar, Alifmedia.co.id – Jeritan pilu datang dari pesisir Kabupaten Takalar. Sebuah rumah panggung milik warga di Dusun Parambangbe, Desa Sawakung Beba, Kecamatan Galesong Utara, kini berada di ambang kehancuran. Diterpa angin kencang dan hujan tanpa henti, rumah itu nyaris roboh dan tak lagi layak dihuni.
Kondisi yang dipantau langsung tim media pada Jumat (27/03/2026) memperlihatkan kenyataan yang memilukan. Atap rumah beterbangan, dinding lapuk terbuka, dan air hujan masuk tanpa hambatan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, kini justru menjadi ancaman bagi penghuninya.
Lebih tragis lagi, pemilik rumah, Hamid, seorang nelayan tradisional, terpaksa membangun tempat darurat di samping rumahnya untuk berteduh bersama istri dan anak-anaknya.
“Hujan dan angin kencang baru-baru ini membuat atap terhempas, bocor di mana-mana,” ucap Hamid dengan wajah penuh kelelahan.
Tak hanya menghadapi ancaman alam, Hamid juga mengaku selama ini tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah—baik bantuan sosial maupun program perbaikan rumah tidak layak huni.
“Selama ini saya tidak pernah dapat bantuan seperti warga lain,” tambahnya dengan nada pasrah.
Potret Nyata Ketimpangan Bantuan
Kasus ini kembali membuka mata publik tentang ketimpangan distribusi bantuan sosial di daerah pesisir. Di saat program bantuan digelontorkan, masih ada warga yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan tanpa perhatian.
Rumah yang hampir roboh ini bukan sekadar bangunan rusak—ini adalah simbol ketidakadilan yang masih terjadi di lapangan.
Desakan Keras untuk Pemerintah
Kondisi ini mendesak perhatian serius dari :
Pemerintah Kabupaten Takalar, Dinas Sosial,Dinas Perumahan dan Permukiman,Pemerintah Desa setempat, Program bedah rumah harus segera direalisasikan, bukan sekadar wacana.
Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin akan terjadi korban jiwa ketika cuaca ekstrem kembali melanda.
Saatnya Bertindak, Bukan Menunggu Viral
Peristiwa ini seharusnya tidak perlu menunggu viral untuk mendapatkan perhatian. Negara harus hadir sebelum rakyatnya benar-benar kehilangan tempat tinggal.
Hamid dan keluarganya tidak butuh janji
mereka butuh aksi nyata sekarang.
Laporan: Nurhayana, Asrruddin Jangga
Redaktur : Faisal Muang
