Oleh: Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si.
(Wali Kota Batam)
Perkumpulan Mubalig Kota Batam (PMB) memikul tanggung jawab yang jauh melampaui fungsi administratif sebuah organisasi. Ia adalah simpul kekuatan moral, ruang berhimpun para dai yang mengemban amanah sejarah untuk menjaga denyut spiritual masyarakat di tengah laju modernitas yang kian cepat. Batam hari ini tumbuh sebagai kota industri, perdagangan, dan investasi yang dinamis.
Namun di balik pertumbuhan fisik yang impresif, terdapat kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan: penguatan nilai, pembinaan akhlak, dan peneguhan jati diri spiritual masyarakatnya.
Dalam konteks inilah PMB memegang peran strategis. Dakwah tidak lagi cukup dipahami sebagai aktivitas retoris di atas mimbar, melainkan sebagai gerakan peradaban yang menanamkan etika, menumbuhkan kesadaran sosial, dan membangun integritas kolektif.
Mubalig adalah pendidik umat, penjaga harmoni sosial, sekaligus penuntun moral yang membimbing masyarakat agar tetap berpijak pada nilai-nilai agama dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern.
Kekuatan sebuah organisasi terletak pada visinya yang jelas dan konsistensi langkahnya. PMB perlu terus memper kuat fondasi internalnya melalui tata kelola yang profesional, perenca naan program yang terukur, serta budaya organisasi yang disiplin dan visioner. Semangat pengabdian harus berjalan beriringan dengan manajemen yang tertata.
Di era digital, pendekatan dakwah dituntut lebih adaptif dan kreatif memanfaatkan teknologi sebagai medium penyebaran pesan kebaikan tanpa mengurangi kedalaman substansi ajaran.
Lebih jauh, kehadiran PMB harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk saudara-saudara kita di wilayah hinterland dan pulau-pulau penyangga. Mereka memiliki hak yang sama atas pembinaan rohani yang berkualitas.
Dakwah yang merata akan memperkuat rasa persatuan dan menghadirkan keadilan spiritual di seluruh penjuru Kota Batam.
Kehadiran mubalig di daerah-daerah tersebut bukan sekadar memenuhi agenda, melainkan menghadirkan empati, perhatian, dan penguatan moral yang nyata.
Sinergi antara ulama dan umara menjadi elemen penting dalam membangun Batam yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kokoh secara nilai.
Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya bagi PMB untuk bersama-sama membangun masyarakat yang religius, moderat, dan berkarakter.
Ketika dakwah berjalan seiring dengan kebijakan pembangunan, maka kemajuan yang dihasilkan akan lebih utuh dan berkelanjutan.
Ke depan, PMB diharapkan menjadi simbol kesejukan dan persatuan. Dakwah yang disampaikan hendaknya moderat, inklusif, dan menyatukan, bukan memantik perpecahan.
Mubalig harus menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, ketertiban, kesehatan, serta keindahan lingkungan nilai-nilai yang selaras dengan visi Batam sebagai kota yang nyaman dan bermartabat. Keteladanan adalah bentuk dakwah yang paling efektif; ia berbicara lebih kuat daripada kata-kata.
“Saya meyakini bahwa dengan komitmen, integritas, dan kerja kolektif yang berkesinambungan, PMB akan tampil sebagai organisasi dakwah yang semakin kokoh dan berpengaruh.”
Keunggulan bukanlah sekadar ambisi, melainkan hasil dari konsistensi dan keikhlasan dalam melayani umat. Kemajuan bukan hanya ukuran kuantitatif, tetapi kualitas kontribusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Mari kita jadikan PMB sebagai pilar penting dalam membangun peradaban Batam yang religius, harmonis, dan berdaya saing.
Dengan semangat kebersamaan dan niat yang tulus, dakwah akan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan kota ini menuju masa depan yang lebih bermartabat dan penuh keberkahan.
