Aliefmedia.co.id, Jeneponto – Wajah sumringah kini menghiasi para petani di sekitar Bendungan Kelara Kareloe, Kabupaten Jeneponto. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka berhasil memanen padi sebanyak dua kali dalam setahun, sebuah pencapaian yang disambut dengan apresiasi mendalam kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang.

Dg. Siama, selaku perwakilan masyarakat petani setempat,saat di konfirmasi oleh awak media ini menyampaikan ucapan rasa terima kasihnya atas perbaikan signifikan yang telah dilakukan pada Saluran Induk Kareloe dan Saluran Sekunder Kelara Kareloe.

“Saya mewakili para petani  menga presiasi setinggi-tingginya kepada pihak Balai Pompengan. Berkat bantuan perbaikan saluran, kami  bisa berhasil dalam pertanaman,” ungkap Dg. Siama pada Minggu (7/9).

Apresiasi ini juga kami sampaikan kepada Bapak Bupati Jeneponto beserta jajarannya yang telah responsif mendengar keluhan kami, serta semua pihak yang telah mengawal dan mendukung penuh perbaikan ini. Berkat kolaborasi inilah kami akhirnya bisa berhasil dalam pertanaman.

Ia menjelaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari normalnya kembali debit air yang mengaliri persawahan. Sebelum perbaikan, kondisi pasokan air sangat memprihatinkan.

“Dulu, pada musim tanam pertama, dari debit air 7 meter kubik per detik di bendungan, yang sampai ke sawah kami hanya 2 meter kubik perdetik. Memasuki musim tanam kedua, debitnya tetap sama rendahnya,” jelasnya.

Namun, setelah BBWS Pompengan-Jeneberang turun tangan melakukan perbaikan, terjadi perubahan drastis.

“Setelah diperbaiki, debit air yang sampai ke sawah kami penuh, mencapai 7 meter kubik per detik, baik di musim tanam pertama maupun kedua. Inilah yang membuat kami bisa panen dua kali,” tambah Dg. Siama dengan antusias.

Melihat dampak positif yang luar biasa ini, para petani menaruh harapan besar agar program perbaikan dapat dilanjutkan hingga tuntas di masa mendatang.

“Harapan kami dari masyarakat Jeneponto, kami meminta agar Balai Pompengan kembali menuntaskan perbaikan di semua titik saluran Kelara Kareloe yang masih rusak. Jika semua tuntas, kami yakin hasil panen bisa ditingkatkan minimal tiga kali dalam setahun,” tutupnya.

Laporan: Nasir Tinggi AMN

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *