BULUKUMBA – Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan menyeleng garakan kegiatan Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, yang digelar selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu, 11–13 Agustus 2025 di Pantai Merpati, Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan ini bertujuan untuk mening katkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana, membangun kesiap siagaan komunitas, serta menyiapkan kelompok masyarakat yang terlatih agar mampu melakukan penanggulangan bencana secara mandiri.

Wartawan Aliefmedia Nasional mengonfirmasi hal ini kepada Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Herman, menjelaskan bahwa kegiatan KSB akan mencakup sejumlah agenda utama, di antaranya:

Rangkaian Kegiatan KSB: Sosialisasi dan Edukasi. Memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai jenis-jenis bencana, potensi risiko, serta strategi mitigasi dan pencegahan.

Pelatihan Keterampilan. Melatih masyarakat dalam keterampilan dasar penanggulangan bencana, seperti pertolongan pertama, teknik evakuasi, penggunaan peralatan darurat, serta pendirian tenda pengungsian.

Simulasi Bencana. Menggelar simulasi sebagai sarana latihan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi antara masyarakat dan berbagai pihak terkait.

Pembentukan Kelompok Relawan
Menyusun struktur relawan KSB dari unsur masyarakat yang telah terlatih dan siap diterjunkan dalam situasi darurat.

Penyediaan Sarana dan Bantuan
Memberikan bantuan logistik seperti uang tunai, tenda pengungsian, tenda regu, serta dapur umum lapangan untuk mendukung penanganan bencana.

Herman menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya Kemensos RI dalam mendorong masyarakat agar lebih siap, tanggap, dan mandiri menghadapi bencana.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Harapan dari Kegiatan KSB: Meningkatnya Kesadaran dan Kesiap siagaan. Masyarakat memahami potensi risiko di wilayahnya dan dapat mengambil langkah-langkah mitigasi secara tepat.

Terbentuknya Relawan Terlatih
Komunitas lokal memiliki kelompok relawan yang siap bertindak cepat dalam kondisi darurat.

Berkurangnya Dampak Bencana
Kesiapsiagaan yang lebih baik akan mengurangi kerugian dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana.

Terwujudnya Kemandirian Komunitas
Masyarakat mampu menanggulangi bencana secara mandiri dengan sumber daya lokal.

Meningkatnya Kolaborasi Terjalin kerja sama erat antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat dalam manajemen risiko bencana.

Sementara itu, Padli, panitia lokal kegiatan KSB Kabupaten Bulukumba, menyampaikan bahwa kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh perwakilan dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, menjadikan kegiatan ini sebagai momentum penting dalam membangun jaringan kesiapsiagaan regional.

(Kasmad Bachtiar  Aliefmedia Nasional)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *